Alhamdulillah dapat $1.500 USD dengan cuma-cuma

Sesuai yang sudah aku tulis di tulisan sebelumnya yaitu profil Ustadz Waris Fakhruddin, aku selalu ingat perkatan Beliau agar selalu ingat bahwa Allah tak akan menelantarkan hambaNya, Allah akan selalu memberikan jalan kepada hambaNya yang berusaha untuk berjalan di JalanNya yaitu menuntut Ilmu dan Berdakwah membumikan Islam dimana saja berada.

Perkataan beliau yang belum lama itu ternyata terbukti.  Beliau Ustadz waris selalu meyakinkanku bahwa Rizki itu yang punya Allah, kenapa kita harus bingung, klo Uang yang kita punya itu kita gunakan untuk kebaikan untuk di jalan Allah pasti Allah akan langsung menggantinya. Dan inipun terbukti setelah aku nyampe di negeri orang ini tepatnya tanggal 10 September 10 hari aku nyampe disini, tiba-tiba ada yang ngontak dengan bahasa inggris. dia bilang dia habis mengunjungi blogku yaitu http://pornblockapps.blogspot.com/ . Blog ini adalah Blog yang aku gunakan untuk memposting riset ku 2 tahun yang lalu. Jadi dulu 2 tahun yang lalu aku dapat beasiswa/ dana penelitian dari DIKTI di kampus untuk melakukan riset yang sudah aku ajukan. Aku mengajukan topik mengenai deteksi gambar porno di mobile platform menggunakan image processing dan artificial intelligence.

Singkat cerita dia yang mengontakku sedang ingin mengimplementasikan itu di perusahaanya, dan dia juga sedang melakukan riset mengenai itu. Dia tanya bolehkah jika Database hasil training itu dia beli?. Nah akhirnya aku pikir-pikir dulu dan monggo lah daripada tidak bermanfaat pula toh inipun juga db hasil training, klo aku mau buat lagi juga bisa, Jadi klo yang dah tau konsep AI mesti paham lah bagaimana cara mbuat db ini hehe (dulu klo nggak salah aku pake berapa ya? lupa aku, pokoe banyak lah gambar nude yang aku pake untuk training dan testing). Tapi yang pasti lumayan lah $1.500 USD lebih gedhe dari dana penelitian yang diberikan oleh dikti hehe. :-D, lumayan buat jajan, ato paling nggak ini bener-bener mengganti uang yang aku gunakan untuk berangkat ke negeri orang ini :-D. #subhanallah bener-bener langsung diganti oleh Allah uang yang aku pakai untuk mencoba menggali Ilmu Allah di negeri orang ini.

Seperti itulah, satu pelajaran yang bisa aku petik dari kisah ini, yaitu Jangan pernah meragukan janji Allah, yakinlah pada Allah, karena Allahlah yang mengusai segala sesuatu. Dan jika kita mempunyai sesuatu yang menarik, tulislah siapa tau ada orang yang membaca dan tertarik pada apa yang kita lakukan.

Dapat $1.500 USD
Dapat $1.500 USD

 

 

Advertisements

Ustadz Waris Fakhruddin, SHI, MSI

Kali ini aku mau menulis mengenai seseorang yang insyaAllah aku tak kan pernah melupakan beliau ini. Belia ini seseorang yang menurutku adalah orang yang sangat berbeda dengan orang lain, keras, teguh dalam kebaikan, sangat membenci kemaksiyatan, dan selalu berusaha untuk menebarkan islam dimana saja kapan  saja. Beliaulah Ustadz Waris Fahruddin saat tulisan ini ditulis beliau menjabat sebagai Ketua FPU ato Forum Peduli Umat Temanggung dan ketua IKADI Ikatan Dai Indonesia se Temanggung.

Jadi Gini kawan, Kawan-kawan yang sudah baca tulisan ku mengenai sejarah hidup ku yang gak jelas ini hehe, disana akan temen2 temui ketika aku lulusa dari MTsN Parakan, dengan mengantongi 10 Besar, tiba2 Bapak dan Ibuku berencana untuk tidak memberi kesempatan padaku untuk melanjutkan ke SMA, yah sekali lagi aku tekankan karena alasan klasik yaitu ekonomi. Tapi seperti yang sudah aku tuliskan pula, berkat jasa Bu Khus yaitu walikelas ku kelas 3 akhirnya Bpk ku diyakinkan oleh Beliau agar aku tetep melanjutkan ke SMA N 1 Temanggung.

Daftar, Berangkat Daftar, Pergi ke kota temanggung untuk pertama kalinya, semua saya lakukan sendiri, seorang Anak yang teramat kecil, bener kawan dulu aku sangat teramat kecil klo tak percaya ini aku kasih foto ku kelas 2 SMA, bayangin aj ini foto kelas 2 SMA, bagaimana kelas 1? hehehe, tapi beda sekali wajahnya dulu ketika masih polos dengan wajah sekarang yang sudah penuh dengan perbuatan dosa dan ketidak polosan hehe..

Rischan SMA Kelas II
Rischan SMA Kelas II

SIlahkan bisa di tebak aku yang mana? hehe :-D.

SMA masa-masa perubahan dimana aku dulu SMP begitu polos tapi agak nakal, yang tak tau apa-apa yang sangat penakut untuk bicara di depan umum, di SMA aku belajar banyak hal kenal dengan teman-teman yang luar biasa dan orang-orang yang luar biasa pula.

Mulailah perjalanan di SMA ini, kenal dengan temen-temen baik akhirnya kelas I saya di ajak untuk tinggal gratis di rumahnya salah satu guru bahasa Inggris di SMA N 1 temanggung, yaitu Bpk Hendik, alhamdulillah ini sungguh pertolongan Allah. Rumah Beliau amat dekat dengan SMA ku, tiap kali adzan yang dikumandangkan di masjid Bendo, masjid terdekat dari rumah yang saya huni bareng temen-temen saya datang ke Masjid untuk menunaikan kwajiban sebagai seorang muslim dan untuk bertemu dengan kekasih tercinta. Nah.. singkat cerita karena aku sering dateng ke masjid Bendo akhirnya aku kenal dengan Beliau Ustadz, Mustofa Latif, yang dulu pas aku masih di SMA Beliau jadi ketua RT di Bendo Temanggung.

Dari Ustadz Mustofa Latif ini aku dibujuk untuk tinggal di Masjid sebagai Takmir Masjid, dan entak kenapa akupun tak tau aku terbujuk, bareng 2 orang aku dengan temenku, kisah haru, senang, sedih  banyak sekali bermunculan ketika aku menjadi takmir di Masjid Bendo ini. 😀

Nah disinilah awal aku bertemu Beliau Ustadz Waris Fahdruddin, Kediaman Beliau cuma beberapa langkah dari Masjid Bendo, tapi beliau jarang sekali di Rumah, klo tidak sedang ke luar Jawa untuk dakwah islam ke beberapa plosok daerah sperti papua, Ntt, NTB klo tidak itu yang mungkin sedang safar ke India, Myanmar, Malaysia, Makkah ato Madinah. Itulah Ustadz Waris.

Beliau sangat baik, tak pernah perhitungan, klo punya apa-apa dan kami membutuhkan beliau selalu ngasih, bener-bener pribadi yang sungguh baik. Singkat cerita lagi ada kisah yang sangat membuat ingatanku tak kan pernah mampu untuk melupakan hal ini. Ketika itu kegalauanku melanda, Allah memberikan cobaan bagiku yaitu ternyata aku tak dapat beasiswa penuh di UNDIP dan aku memutuskan untuk tidak mengambilnya dan menunggu pengumuman dari STAN dan akhirnya akupun tak diterima di STAN, disini aku bener-bener galau, bener-bener tak tau harus berbuat apa, sempet frustasi, lulus dari SMA tidak ada skill, yang lain melanjutkan aku tidak, dan alhamdulillah Allah memberikan jalan lain, ada pelatihan gratis dari Balai Latihan Kerja Temanggung (BLK) aku ambil tehnisi komputer dan akhirnya aku langsung di pekerjakan di tempat tentorku di BLK yaitu tempatnya pak Joko yaitu di Andra Comp. Ketika di AndraComp aku tetep tinggal di Masjid Bendo, jadi totalnya kira-kira saya tinggal di Masjid itu kelas 2 SMA sampai lulus dan sampai aku kerja 1 tahun sebagai tehnisi komputer, jadi kurang lebih 3 tahunan.

Saat posisi kerja ini aku selalu di tekan oleh Ustadz Waris untuk melanjutkan kuliah, Beliau selalu bilang Han, kamu itu punya potensi yang besar, sayang klo tidak di manfaatkan, nek wis ngerti duit, wis kerjo suwi suwi mengko selak males neh meh sinau neh, kono ndang daftar kuliah. Perkataan itu selalu aku ingat.

Akhirnya suatu ketika Beliau ustadz waris memberikan aku sebua brosur. Brosur Kampus UIN sunan Kalijaga Yogyakarta.

saat itulah untuk pertama kali aku tau UIN Sunan Kalijaga hahha, aku lihat ooo ternyata Ustadz waris ngasih brosur ini karena di dalamnya ada jurusan Teknik Informatika, oklah klo gitu aku lihat di bagian biaya, aku sempet kaget, sungguh sangat murah. SPP 600ribu per semester, masuk total cuma 2,3 juta sudah sama SPP 1 semester.  Aku bilang sama Ustadz Waris, Ustadz aku punya uang segini klo buat daftar UIN cukup sih tapi bagaimana aku hidup di Jogja pak?

Beliau hanya tersenyum, senyuman yang khas, “Han, Han, wis pirang taon kwe urip ng mesjid?, apa kamu tak percaya sama Allah?. Lha wong pitek ae sik ra duwe akal yo iso mangan wareg koq opo meneh menungso” :-D.

Bahasa yang mudah di cerna tapi sangat susah untuk di amalkan, Akhirnya beliau Bilang “Wis duitmu nggo sangu ae mrono, Kiro2 nek kro njaluk wong tuwomu iseh kurang piro mengko ngomong Aku, ” dengan keras, logat lampung khasnya Ustadz Waris. Akhirnya akupun bilang ke Bpk Ibuku mengenai rencana ini, dan Bpk Ibuku karenena sudah saking kasihanya melihat aku, mungkin teringat waktu aku drop gara-gara tak bisa lanjut kuliah, akhirnya Bpk Ibuku dengan penuh kemantapan bilang bismillah dan akupun diijinkan untuk menginjakkan kakiku di bumi Jogja.

Itulah seklumit kisah mengenai Ustadz Waris, termasuk ketika aku mau berangkat ke Korea ini, Beasiswa Riset seperti ini tak diberikan fasilitas Tiket Berangkat dan Pulang, dan yang jelas juga Butuh sangu kan untuk hidup di korea sebelum beasiswa turun, karena beasiswa turun di awal bulan, Bulan kedua. beliau Ustadz waris hanya bilang yakinlah Han, Allah itu selalu disamping kita, ra mungkin Allah kan menelantarkan kita. Cuman itu dan satu lagi perkataan yang sangat saya ingat “Nek tekan ngisok pas nggone kwe mangkat ng Korea, kwe ra duwe duit, gowonen ATMu, kosong ra popo“. Bener2 penuh keyakinan beliau menyampaikannya, tapi tak semudah itu bagiku untuk yakin(*tanda iman ini masih lemah).

han Pokoe, kwe nek butuh opo opo tinggal ngomong, ra usah isin-isin.. ngomong ae, tak usahakke” (beliau inilah orang tua keduaku setelah Ibu dan Bpk ku di rumah).

Beliaulah yang menjadi perantaraku untuk tau Jogja, untuk Tinggal di Jogja, memberikan link Masjid untukku sehinggal di Jogjapun aku tinggal di Masjid sebagai Takmir, yaitu Masjid Prayan Raya untuk 4 Tahun.

Beliau juga yang mencarikan aku beasiswa untuk sangu dan keberangkatanku ke Korea. dan Alhamdulillah aku bisa sampai di Part II ini. Dan tak ku sangka Pula perkataan Beliaupun sangat benar. kemaren tanggal 12 September, 12 Hari saya tinggal di korea peristiwa inipun terjadi….  (aku dapat $1.500 USD)

Sunggu Tak Kusangka, Allah langsung Menggantinya 😀 #Subhanallah 

Terimakasih aku ucapkan kepada Ustadz Waris Fahruddin, Terimaksih yang sangat banyak.. untuk bantuanya, untuk pertolongannya iya, tapi lebih lagi untuk nilai-nilai yang selama ini di tanamkan dalam pikiranku, yang menjadikan pola pikirku berubah, yang menjadikanku menjadi manusia yang lebih tawakal kepada Allah. Semoga Allah selalu memberikan rahmatNya padamu. Jazakallah Khoir.

Mbah Muh

Seorang anak kecil yang masih berusia 4 tahun teriak “Mak…makk…” di pinggir jalan sebuah gang depan mesjid, Seorang wanitapun datang dan memeluk kemudian mengajaknya pulang kerumah.  Itulah Aku, sejak 4 tahun aku sudah disuruh sama mak ku (Ibu ku) * sampe sekarang akupun masing memanggilanya mak :-D. aku selalu dilarang oleh ibukku untuk absen dari ngaji, 4 thn aku sudah bisa baca Quran dengan lancar. Alhamdulillah Allah memberikan kemudahan padaku untuk membaca kitabnya.

“Alib, Ba, Ta, Inna, Inna” teriak2 seorang yang sudah cukup tua seperti membentak-bentak, Mbah Muh, sampai akupun juga tak tau nama lengkap beliau, biasa kami menyebutnya Mbah Muh, Guru ngaji tercintaku, sebagai perantara dari Allah agar aku bisa mengeja FirmanNya.

Klo teringat bener2 terasa menyayat hati apalagi sekarang beliau sudah sepuh, Aku sampai bingung harus bagaimana membalas kebaikan beliau dan akhirnya aku tau dan paham cara membalasnya adalah dengan mengajarkan ilmu pada orang lain, oleh karena itu jujur saja saya sangat suka ngajar TPA, ngajar anak belajar ngaji, karena saya tau bahwa amalan kita bisa menjadi amal jariyah yaitu amalan yang tak kan pernah putus pahalanya meskipun besok kita sudah mati selama ilmu yang kita berikan itu turun temurun diajarkan. 😀

Mbah Muh, perawakan gagah, suara besar dan lantang, tak segan-segan untuk memarahi anak-anak yang tak serius ketika mengaji. Klo dulu aku tak kenal iqra (Metode baca quran sekarang) yang ku kenal adalah Turutan yaitu semacam juzz amma.

Entah aku juga tak tahu dulu aku sangat serius belajar ngaji, sehingga banyak temen2ku yang bahkan umurnya lebih tua dari aku belum bisa baca quran tapi aku sudah, malah kadang sama Mbah Muh disuruh ngajarin temen yang lebih tua untuk baca Quran.

Itulah Mbah Muh, aku tidak bisa menjabarkan lebih luas lagi, karena apalagi sekarang, dulu saja aku juga jarang ketemu, meskipun satu desa tapi aku jarang pulang ke rumah sejak SMA 😀 . jadi ya gitu deh…

Semoga Allah selalu merahmatimu, Guru Tercintaq. 😀

Amien

Antara idealis dan Realistis

Siang blogger. 😀

Gak tau kapan saya ngeblog dan posting ssuatu di blog yang gak jelas ini, yang pasti pada jam ini entah kenapa aku mau nulis sesuatu.

dari kemaren ada orang yang gak jelas bilang mas mbok di tulis ng blog, ben iso di woco, seorang disono yang bener2 gak jelas, apanya yang mau ditulis? hahaa 😀

Yah kawan saat ini ane sedang berada di suatu tempat yang cukup jauh dari rumah, klo dulu bisa 2 jam jogja temanggung bisa sampe rumah klo sekarang? . Sebenernya sih deket juga pake pesawat cepet paling 7 jam sampe jogja tapi yah duitnya itu lhoo Prend!!! 😛

Okelah judul postingan ini Antara idealis dan Realistis? op yo?

Sebagai pengingat tulisan ini saya tulis ketika ane nunggu nasi mateng, posisi sekarang di Dong/Dorm 4 CNU Gwangju, habis dari Lab karena disini udah hujan jadi bikin cepet laper, daripada selalu chattingan di facebook yang gak jelas kan lebih mending ngisi blog yang isinya juga gak jelas. Itung2 daripada curhat di facebook yang paling besok ato lusa udah ilang  karena ketumpuk curhatan yang baru, klo di blog kan gak begitu :-*.

Okelah antara idealis dan realistis, saat nunggu nasi mateng saya teringat masa2 SMA dulu berkumpul bareng temen2 rohis, dengan entengnya bilang ayo cepet2 sapa yang nikah paling duluan? yang punya anak paling duluan? sepertinya ini efek kebanyakan baca buku nikah muda hahaa a 😀 but i think it’s better 😀

Jujur aja, mungkin yang baca ini juga ngrasain masa2 SMA adalah masa2 dimana seseorang akan selalu bercita-cita ato berharap sesuatu yang sangat ideal. Dulu aku selalu berkata dalam hati, Pokoe itu bahasa jawa, klo indonesia ya Pokoknya, Pokoknya aku harus nikah kurang dari 25 tahun. Kudu.

Itulah idealisme saya entah kenapa aku juga kadang bingung mengapa aku spt itu? hahaa, tanda2 spertinya galau nie. Tapi ketika sekarang seiring dengan bertambahnya umur kita akan berpikir secara realistis, bukan berarti berpikir secara realistis itu mengabaikan takdir dan keajaiban Allah. Tapi yang jelas nikah bukanlah suatu hal yang mudah, menikah bukan hanya antara 2 insan tapi 2 keluarga.

Saya sekarang umur 22, padahal program integrated sperti ini katanya sih 4 thn, ya gak tau wa Allahu A’lam moga aj 4 thn bener ato bisa kurang. 22 + 4 aj sudah 26, terus?

guwe harus bilang wow gitu?, yah memang inilah kenyataanya, saat ini jujur saya mulai berpikir realistis, dan yang jelas hanya bisa berusaha semaksimal mungkin, berdoa dan hasil itu semuanya ada di tangan Allah.

Wa’llahu A’lam bisa jadi posisi masih study di sini saya menikah, ato nunggu setelah selesai, itu rahasia Allah, yang pasti saya akan berusaha sebaik mungkin, dan yang jelas nikah itu separuh Agama, klo memang sudah siap segera tunaikan, jangan ditunda2..

ooooo jadi ceritanya ini tulisan curcol gitu?

ya emang kan udah saya bilang dari tadi, daripada curhat di fb mending curhat di blog aj.

moga postingan yang gak jelas ini, bisa menyembuhkan kegalauan saya, amien 😀