Ramadhan Terakhir di Korea (It could be)

Jadi inget khutbah kemaren, itu saya ambil dari khutbahnya Ust. Yasir Qodhi. Bersumber dari salah satu hadits Rosulullah SAW, bahwa siapa saja yang masih hidup dan Ramadhan datang pdnya akan tetapi Allah tidak mengampuni dosanya maka binasalah dia.

Coba aj dipikir deh, di bulan yang mulia ini Syaithan itu di borgol, Surga di buka lebar2, neraka di tutup rapat2, tiap malam Allah membebaskan ratusan, ribuan bahkan jutaan manusia yg sebelumnya sudah ditepi neraka tp Allah bebaskan dan ampuni.

Kurang apa lagi coba, kita hanya bisa pergi ke surga lho di bulan ini soalnya neraka di tutup, jadi kalau kita dibulan yg mulia ini masih melakukan kemaksiyatan yg perlu kita ingat adalah itu 100% bersumber dari diri kita sendiri, bukan dari bisikan syaitan, nah.. jadi mengapa bulan ramadhan disebut sebagai bulan refleksi diri, karena disaat bulan inilah kita tahu bagaimana diri ini, ktika di bulan ini diri ini baik maka insyaAllah kita masih punya sisi baik, tapi hati2 kalau di bulan ini kita ndak bisa jadi pribadi yang baik, nauzubillah.

Nah.. tak terasa juga bagi saya pribadi, saya sudah dua kali puasa di korea ini, karena puasanya pas summer alias musim panas jadi lama, sahur jam 3 buka jam 8 atau setengah 9. Kalau pas winter bisa pendek banget, winter itu subuhnya saja jam 7 pagi, magrib jam setengah 6 hehe😀.  Sebenarnya masalah lama atau cepat ndak begitu jadi masalah yg jadi masalah disini itu jaga mata, kan pas summer juga, tau sendiri lah gimana cewe korea kalau berbusana hehe😀.

Kembali ke topik, sesuai dengan judul mungkin ramadhan kali ini bisa jadi yg terkahir di korea, tp kita ndak tau sapa tau besok balik lagi kesini hehe, Alhamdulillah saya sudah sidang tgl 1 june 2015 kemaren, jadi inshaAllah tinggal nunggu tanggal pulang dari Professor.

Oya kawan, sbenarnya beassiwa saya disini itu combine alias integrated alias gabungan antara Master dan PhD, tp dikarenakan satu dan lain hal saya memutuskan utk ganti hanya master aj jadi cuman 2 tahun, salah satu alasannya ya… semoga utk S3nya besok bisa di negerinya pangeran charless (mimpi saya sih), dan insyaAllah Allah akan mengabulakannya (khuznudzon kpdNya dg usaha dan doa). Alasan lainya adalah…….. hehe😀, (“semoga ramadhan thn depan sudah ada istri yang menemani sahur dan buka, amiin, hehe“)

Sebenernya berat kawan mau meninggalkan sini😦 , yg bikin berat itu teman, kita sudah spt keluarga disini, Mas Wasis, Mas Hilmy, temen2 lab yg dr Indo (Pak Gde, Alvin, Agung) dan temen2 dr Indonesia lainya, berat…, dan yang bikin berat lagi itu jamaah masjid, saya mikir aj besok gimana ya Masjid Umar bin Khattab?. apalagi dulu pas sy memutuskan untuk pindah master, tiba2 ustad Agus Amir (sesepuh di Gwangju) datang ke kampus minta ketemu, beliau minta agar sy melanjutkan dg pertimbangan para jamaah di Gwangju. Sedih banget rasanya, beliau juga bilang minimal ada yg nggantiin lah, anak UIN gitu biar bisa jadi tempat bertanya persoalan agama…😦

Kawans, saya udah share di sebelum2nya kan, spt pertama dtng kesini dulu saya September 2013, eh langsung diminta jadi khattib idul adha, jujur sebernya saya merasa ndak pantas, tp gmn lagi karena disini ndak ada resource. Sedih rasanya,… tp saya yakin InshaAllah nanti akan ada penggantinya, Allah yg menjamin itu.

dan krn alasan itulah kenapa kita membuat Al Kwangju TV channel, tapi sekarang juga sudah mati suri karena crewnya juga sudah habis pada pulang..

Terimakasih juga buat Prof saya (Prof. Choi), disini saya sudah gratis dpt beasiswa, eh sering diminta submit papers ke conference, alhamdulillah jadi bisa jalan2 gratis ke (Hongkong, Jeju Island 3 kali, Guam USA, Bali/sekalian mudik kemaren, dan Tokyo/Japan), nikmat yang sungguh luar biasa. Kalau mau tau lebih tentang jalan2 bisa di baca di menu traveling hehe… karena saya memang suka jalan2 juga😀, inshaAllah besok juga pulang ndak langsung ke Indonesia tp mau mampir2 ke negara sebelah dulu hehe😀, semoga Allah meridhoi.

Khutbah Idul Adha yang sempat direkam, ini thn 2014 bukan 2013,

Offering somethings that you love to Allah (Khutbah Iedul Adha/English-Indonesian)

 

Yah… bismillah, untuk melangkah ke depan, semoga kita senantiasa di rahmati Allah diberi hidayah oleh Allah di berikan kekuatan oleh Allah agar bisa tetap istiqomah dalam menegakkan dienNya.

Semoga diri ini senantiasa menjadi manusia yg bermanfaat dimanapun dan kapanpun juga, amiin..

 

Jamaah Masjid Umar bin Khattab Gwangju, Korea Selatan

 

jamaah-ubk

 

jamaah-ubk2

 

 

18 thoughts on “Ramadhan Terakhir di Korea (It could be)

  1. kak, mau tanya. aku kan juga berkeinginan ngambil beasiswa di Korea, nah aku sekarang di fakultas ekonomi.
    Aku nyari universitas yg ada economics kok rada sulit ya? Bisa merekomendasikan?

  2. Salam Ramadhan Ustad

    bagaimana dapat saya menghubungi ustad Agus Amir. Harap boleh diberi email atau no hand phone beliau.

    Wasalam

  3. Semoga Allah telah mempersiapkan penerus utk menggantikan ustadz di gwangju di mesjid umar bin khatab. Aamiin yaa rabbal’alamin☺😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s