Kenapa Allah tak kunjung mengabulkan doaku?

Tulisan ini adalah karena ada seseorng yg bertanya ke fb saya mengenai persoalan hidupnya, yang ia sudah berdoa begitu lama tapi Allah tak kunjung mengabulkannya, kemudian saya jawab dan jawaban itu saya post disini juga, itung-itung nambahin postingan karena sudah lama tak posting blog 🙂
semoga bermanfaat yah … Ini juga saya post di fb page saya.

Banyak orng mengeluh, sy sudah berusaha, saya sudah berdoa tp kenapa Allah tidak kunjung mengabulkan doa saya?

 
padahal Allah berfirman (ud’uni astajib lakum) berdoalah padaku niscaya aku perkenankan permintaanmu? apakah Allah tidak mendengar doaku? padahal Allah maha mendengar?
 
Banyak orng yg berkeluh kesah spt itu.
 
Baik jadi begini, yg harus di lakukan kita sebagai hambaNya adalah?
 
1. Introspeksi diri, kita membaca alfatihah minimal 5 kali sehari ketika shalat, disana kita baca “iyya kana budu wa iyya kanastain” (“Hanya Engkaulah yang kami ibadahi dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”) disitu jelas ibadah dulu baru meminta pertolangan, sudahkah kita melakukannya? memenuhi segala perintah Allah dan menjahu semua larangannya, bagaimana dg ibadah wajib kita sudah jalankah?
 
2. Ketika kita merenung persoalan ibadah, mari kita ingat-ingat ada lho hal-hal yang bisa menyebabkan ibadah kita tidak diterima, misal syirik (masih percaya dengan dukun, ramalan dsb), atau makan makanan haram. Masih ingatkah dengan satu kisah sseorng yg terlihat sangat zuhud (bajunya compang-camping), menangis berdoa pd Allah, ibadahnya getol tp Rosul bersabda “Bagaimana Allah akan mengabulkan doanya jika makanan & pakaiannya dari harta yang haram”. Pdhl klo lihat saat ini, ya Rabb. namanya juga akhir zaman ya, subhat ada dimana-mana contoh ya makanan, kadang kita tak tau itu benar-benar halal apa tidak, kemudian Riba (Bunga sudah menjadi hal lumrah di akhir zaman ini) pdhl orng yg memakan Riba tempatnya di neraka.
Nah marilah kita introspeksi lagi dulu…
 
3. Dalam hidup, kita itu tak hanya berinteraksi dg Allah (Tuhan) pencipta kita tp kita juga berinteraksi dg sesama manusia, banyak lho hal2 yg berkaitan dg manusia yg menyebabkan Allah murka dan tidak ridho? misalnya membantah dan durhaka pd orang tua (pdahal kan Ridhollah fi ridhol walidain). Kemudian misalnya kita ternyata sering menyakiti orng lain yg mereka ternyata belum memaafkan kesalahan kita.
 
4. Baiklah klo sudah kita check smuanya, kita kembali ke tugas seorng hamba ketika meminta yaitu ada 3: “1. Berusaha, 2.Berdoa, 3.Tawakal”. Benarkah usaha kita sudah benar-benar maksimal, benarkah doa-doa kita sudah benar-benar maksimal dan tulus, klo sudah bertawakallah, serahkan semuanya pada Allah.
Mintalah padaNya yang terbaik, kita boleh kok minta A, atau B, atau C, tapi yakin itu yang terbaik buat kita?
 
tidak ingatkah dg firman Allah
 
Qs. Al-Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”
 
Nah, Allah itu sangat sayang pada hambaNya, Allah itu akan ngasih apa-apa yg hambaNya butuhkan bukan yg hamba inginkan, boleh jadi klo doa kita dikabulkan itu malah akan membuat kita jauh pd Allah.
 
pdhl sebenarnya inti dari doa itu sendiri, inti dari ibadah itu sendiri adalah dekat dengan Allah, iya bukan?. sekarang klo diminta milih dikabulkan doanya trus habis itu lupa dengan Allah, atau spt skrng tiap malam bersujud menangis dan dekat dengan Allah?
 
Masih ingatkan dengan sebuah hadits yaitu ketika Aisyah RA bertanya pd Rosulullah (saat itu Aisyah melihat Rosulullah SAW sholat sampai kakinya bengkak) Wahai Rosulullah, bukankah Allah telah mengampuni semua dosa-dosamu, sudah menjamin surga bagimu tapi kenapa kau masih beribada spt itu?, apa jawab Rosulullah SAW? “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?”
 
5. Jadi, Nikmat dr Allah yg ada pd diri kita itu sudah sangat luar biasa, tp kadang kita terlalu sering melihat keatas tanpa melihat kebawah jadi bawaanya ingin minta mulu, lupa untuk bersyukur, pdhl janji Allah “
“barang siapa yang bersyukur atas nikmatKu maka akan Ku tambah nikmat baginya “
 
Nah mungkin 5 points ini bisa menjawab keluh kesah dari sahabat-sahabat semua 🙂
semoga bermanfaat.. silahkan klo mau dishare jika terasa bermanfaat.
 
“Sungguh, amat mengagumkan keadaan orang mukmin itu, karena semua urusannya itu baik baginya. Bila ia mendapat nikmat (kebahagiaan), dia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan bila ditimpah musibah, dia bersabar, maka itu menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim).
 
Djogja, 7 January 2016.
Rischan Mafrur