S3 ku mau kemana?

Semenjak saya lulus S2 dari Chonnam National University, Korea, yaitu saya pulang akhir Agustus 2015 dari Korea dan sampai Indonesia pertengahan september 2015 karena tak langsung pulang melainkan mbolang dulu ke Ho Chi Minh, Singapore, dan Malaysia.

Mulai 1 Oktober 2015 saya sudah mulai bekerja di Kartoza (Pty) Ltd . Saya bekerja sebagai software engineer disana, bekerjanya remote dari mana saja dan kapan saja yang penting sehari 8 jam di work days.

Saya memang memutuskan untuk tidak langsung lanjut S3 setelah lulus S2 karena beberapa alasan yaitu yang pertama karena saya ingin menikah, dan saya juga sudah menulis tentang kisah cinta saya di link ini, yang kedua yaitu untuk me-refresh otak, nyari pengalaman kerja, apalagi bekerja di perusahaan asing dan perusahaan yang key business nya open source lagi, kan gue banget hehe. Setelah menikah sekarang saya menetap di Bogor (untuk sementara) sembari menemani istri menyelesaikan skripsi S1 nya.

Bermula dari percakapan dengan mertua saya, entah ada angin apa, tiba-tiba mertua ngajak ngobrol, dan bertanya sebenarnya Rischan itu kedepan ingin jadi apa sih?. Hemmm ya jujur saja saya jawab saya ingin jadi pengajar, karena beberapa alasan:

  1. Bagi saya pengajar itu adalah profesi yang luar biasa, salah satu amal jariah yang tak kan terputus walau kita meninggal adalah ilmu yang bermanfaat. Di dukung dengan kesukaan saya adalah membaca, belajar, penasaran, haus akan ilmu, stay foolish, dan saya ingin agar saya punya amal jariah yang tak terputus maka ilmu yang saya dapat ini tentu harus saya salurkan bukan? hehehe.
  2. Hoby saya adalah belajar, ngoprek, penasaran, makanya kalau saya bekerja full time di perusahaan yang bekerjanya adalah 8 jam perhari, jujur itu mengekang saya. Menjadi pengajar yang tidak full time itu nyaman bagi saya, saya jadi punya banyak waktu untuk keluarga, ngajak anak main, jalan-jalan bareng istri, punya waktu untuk belajar, ngoprek, dan memenuhi rasa penasaran terhadap hal baru. Itulah bahagia menurut saya.
  3. Pengajar ndak harus dosen kok, bisa seperti Prof Yohanes Surya kan?, yang bisa ngedidik anak-anak dari Papua jadi juara olimpiade dunia?. Tapi intinya sepertinya memang karena saya suka berbagi informasi dan ilmu, kemudian suka penasaran dengan hal baru dalam artian riset, dan suka berkecimpung di masyarakat (wah 3 pilar perguruan tinggi donk hehe). Ya besok lihat lah nanti final nya jadi apa, yang penting bisa jadi kepala keluarga yang baik yang bisa menuntun seluruh anggota keluarga ke RidhaNya.

Ok, saat itu, Bapak mertua langsung bilang, jadi dosen ya?. Belum sempat saya jawab beliau melanjutkan. Ya, kalau mau jadi dosen itu harus lanjut S3, sekarang kamu juga belum punya home base kan? (Kampus buat ngajar), nanti kalau kamu sudah punya anak, apalagi lebih dari satu, tanggungan makin banyak, kamu nantinya akan sangat repot untuk melanjutkan S3. Jadi menurut saya, kalau kamu memang mau jadi dosen, lanjutlah S3 secepat mungkin, bisa lanjut ke Korea atau ke tempat lain, untuk beasiswa bisa nyoba LPDP.

Sebenarnya jauh dialam bawah sadar, dulunya saya ingin sekali bisa S3 di UK. Tapi ternyata tak semudah itu, mulailah saya nyoba googling nyari-nyari lab yang cocok buat S3 saya. Hasilnya: Karena saya sudah mempunyai beberapa publikasi internasional (baik journal maupun conference) jadi malah saya agak repot seumpama mau geser ke fokus lain. Sebelumnya riset saya mengenai ubiquitous computing wabil khusus human behavior understanding pake ubiquitous computing intinya gitu. Bisa di lihat disini sisa-sisa pekerjaan saya, tapi sepertinya belum saya update lagi.

Nah, saya sudah nyoba nyari di kampus-kampus UK, sudah saya ublek-ublek ternyata tidak nemu. Dan akhirnya saya nemu lab paling top yang sesuai riset saya di dunia ini. yaitu:

  1. MIT Human Dynamic Laboratory, coba deh liat Profnya. Prof Alex “Sandy” Pentlend gilee kan ni orang.
  2. Lab nya Prof Daniel-gatica Perez di EPFL Swiss

Hmm.. ya dua itu sih dari hasil searching saya. Untuk opsi pertama itu hmmm.. ya saya realistis lah, walaupun saya percaya nothing impossible tapi jujur saja saya realistis, MIT. * helai nafas. yang kedua Swiss butuh IELTS nya 7 kalau ndak salah. Jadi tentu butuh prepare lagi saya. Hmmm.,

Kemudian, tiba-tiba ada pikiran, kenapa tidak nyari ubiquitous computing lab di ASIA ya? coba Ahh..

Ternyata langsung nemu, Ubiquitous Computing Laboratory , Kyung Hee University. Dan ketika saya lihat list publications nya cocok banget dengan apa-apa yang sudah saya lakukan, termasuk on-going projectnya keren!!!, serius. Contohnya Mining Minds bisa di buka di link ini http://www.miningminds.re.kr/english/  Benar-benar mirip dengan riset saya. Akhirnya saya putuskan untuk mengontak Prof nya.

Sebenarnya, sebelumnya saya juga sudah nyari-nyari di SNU tapi tidak ada yang cocok, begitu juga dengan KAIST, karena pinginnya saya kan untuk S3 kalau di Korea bisa di SNU atau KAIST lah hehe, tapi ya karena labnya ndak ada yang cocok ya tentu nyari yang cocok risetnya. Nah jadi ketika mau lanjut S3 ya seperti ini, kita sudah tidak lagi mencari kampus yang TOP tapi nyari lab atau Professor yang TOP dimanapun itu kampusnya.

Setelah, kontak-kontak dengan Prof di Kyung hee tadi, saya mendapatkan informasi dari beliau seperti ini,

My research interest includes Ubiquitous Computing, DB, AI, Data Mining,
Intelligent computing, Cloud Computing, and Context Aware Middleware
(please refer to my web site: http://uclab.khu.ac.kr).

Kyung Hee University is located in 30km South of Seoul metropolitan
area and is ranked on within top 10 research-oriented Universities in
Korea. However, my Ubiquitous Computing Research Group (UCG)
is one of the top research groups in Asia

Ini dari beliau, jadi tambah semangat untuk join ke lab ini. Nah begitulah ceritanya, akhirnya bismillah saya yakin mau daftar beasiswa LPDP.

Semoga nanti mendapatkan kampus yang terbaik menurut Allah. Amiin.

Oya untuk kampus-kampus di Korea Selatan yang terdaftar di LPDP ada 9 kampus sebagai berikut:

  1. Seoul National University Korea Selatan
  2. Korea Advanced Institute of Science and Technology Korea Selatan
  3. Pohang University of Science and Technology Korea Selatan
  4. Yonsei University Korea Selatan
  5. Korea University Korea Selatan
  6. Sungkyunkwan University Korea Selatan
  7. Hanyang University Korea Selatan
  8. Kyung Hee University Korea Selatan
  9. Ewha Womans University Korea Selatan

Untuk daftar kampus lengkap LPDP bisa di lihat di file ini

Berikut tulisan-tulisan lainya mengenai seleksi LPDP saya:

  1. Page Khusus semua tentang LPDP.
  2. S3 ku mau kemana? 
  3. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  4. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  5. Seleksi administrasi LPDP
  6. LGD dan Essay on the spot LPDP
  7. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP
  8. FAQ Beasiswa (Pertanyaan seputar beasiswa)

10 thoughts on “S3 ku mau kemana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s