Hamil pertama istri

Harapan manusia setelah pernikahan adalah dikaruniai keturunan, itu adalah sunatullah dan pasti ada perasaan tersebut dimasing-masing insan. Begitu juga dengan kami, salah satu target saya adalah menikah sebelum usia 25 tahun dan semoga bisa segera dikaruniai keturunan, agar nanti kalau Allah memberikan saya umur panjang, diusia saya yang belum begitu tua, saya bisa menyaksikan anak-anak saya besar bahkan mereka menikah.

Sikap kami sebagai keluarga baru pasca menikah adalah pasrah, istilahnya ya ngalir saja, kami tidak langsung berusaha dengan sekuat tenaga agar segera dikaruniai anak atau sebaliknya, berusaha agar tidak segera punya anak. Alhamdulillah selang beberapa bulan setelah pernikahan ternyata Allah berikan tanda-tanda pada istri saya, kamipun melakukan pengecekan dan ternyata benar! istri saya hamil padahal sebelumnya istri saya jalan-jalan naik Gunung terus ke ladang bersama ibu saya dan dia lompat-lompat karena seblumnya dia tidak mengira kalau sudah ada janin di perutnya. Ini adalah tanda bahwa Allah percaya pada kami, semoga kami bisa menjadi orang tua yang amanah.

Oya saya benar-benar bersyukur, istri saya sangat pintar memasak, semua masakannya enak yang pernah ia masak, bahkan di awal pasca pernikahan dia mencoba memasak soto, bayangin saja soto, yang bumbunya begitu kompleks. Setelah jadi, subhanallah rasanya, soto yang paling enak yang pernah saya makan deh. Hal tersebut adalah keberuntungan bagi kami, saya tidak bisa membayakan seandainya istri saya tidak bisa masak. Istri saya termasuk orang yang gampang diare jika makan makanan di pinggir jalan. Berbeda sekali dengan suaminya ini, karena saya terlahir di kampung, besar dijalanan, maka makanan apapun, dimanapun, masuk ke perut tanpa ada masalah lanjutan. Kami pernah mencoba untuk membeli masakan di warteg di pinggir jalan, eh habis kami makan ternyata istri saya diare. Jadi, kalau mau membeli makanan diluar harus benar-benar yang istri saya pernah makan di warung tersebut karena kalau tidak nanti malah jadi repot.

Persoalan yang kami hadapi adalah skripsi, saya menikah dengan istri dengan kondisi istri belum lulus S1 dan belum mulai mengerjakan skripsi. Saya benar-benar masih ingat betapa stressnya istri ketika dia mengerjakan skripsi. Harus menghubungi responden untuk penelitiannya dengan telphone, kadang ditolak kadang diterima, dan topik penelitiannya juga unik yaitu membahas mengenai waqaf uang di Indonesia dan sudah barang tentu nyari respondennya juga tidak mudah. Saya sampai lupa berapa biaya yang kami habiskan untuk beli pulsa untuk menelphone responden. Di lain sisi ketika skripsi yang harus di kejar dia pun berhadapan dengan trimester pertama yaitu usia kehamilan 1-3 bulan, benar-benar kasihan. Sering muntah, mual, pusing, pinginnya tidur, sedangkan skripsi harus segera ia selesaikan.

Di trimester pertama ini, istri sering bilang ke saya. Mas, ini bukan karakter saya yah yang rewel ini. Sayapun tahu kalau dia memang bukan tipe wanita yang rewel. Yah maklum saya dengan istri memang sebelumnya tidak saling kenal, hanya dari proses ta’aruf yang sebentar, qodratullah Allah mempersatukan kita. Jadi memang dimasa-masa ini kami sedang berusaha memahami karakter masing-masing. Di trimester pertama ini memang istri sering banget rewel. Minta nasi padang, saya beli dua bungkus, eh pas mau makan tiba-tiba dia tidak mau makan, jadinya dua bungkus masuk ke perut saya. Minta soto yang dia suka eh sama saja dua bungkus soto akhirnya masuk ke perut saya. Yang lucu juga adalah dia masak sendiri nasi goreng, habis itu dia mual sendiri karena bau bawang dan tidak mau makan masakannya sendiri. Yah itulah trimester pertama kehamilan, mungkin diantara pembaca ada calon ibu atau calon bapak yang mengalaminya juga. Tapi hal ini hanya berlangsung tiga bulan saja, setelah itu dibulan keempat dan sampai terakhir sudah pulih seperti biasa, tidak mual-mual lagi, bedanya ya sekarang istri harus membawa beban berat di perutnya kemana-mana.

Alhamdulillah, wasyukrulillah, diusia kehamilan ke enam/enam bulan, istri bisa sidang dan secara unofficial sudah lulus dari S1nya, akhirnya lega juga.

Oya, memang benar kata orang-orang yah kalau yang namanya anak pertama itu biasanya sangat spesial. Ya gimana tidak spesial, kami adalah calon orang tua baru waktu itu, kami tidak tau apa-apa dan pasti ada rasa was-was dan sebagainya. Tiap bulan kami melakukan pemeriksaan ke dokter dan sekalian USG. Tiap dari dokter dikasih multivitamin untuk diminum tapi kadang kala habis kadang istri tidak menghabiskannya. Semua kata dokter kami berusaha untuk menurutinya, karena memang kami tidak paham apa-apa. Lha suaminya orang teknik, istrinya orang ekonomi syariah hehehe. Dulu ketika istri belum selesai skripsi kita melakukan pemeriksaan di RS karya bakti di Dramaga karena kami tinggal di dekat IPB, tapi setelah lulus karena kami balik ke Cikaret ke rumah orang tua istri, kami biasanya melakukan pemeriksaan di RSIA Ummi bogor atau di RSIA Melania Bogor karena dua rumah sakit itu yang paling dekat dengan rumah orang tua istri.

Menemani istri menjalani proses kehamilannya selama sembilan bulan benar-benar memberikan banyak hikmah bagi diri saya ini. Saya jadi ingat nasihat dari seorang ustadz, kamu tidak akan bisa merasakan apa yang orang tua mu rasakan kepadamu sebelum kamu benar-benar menjadi orang tua. Saya benar-benar jadi ingat dan paham kenapa islam benar-benar memuliakan ibu, melatakkan ibu diposisi lebih utama tiga kali daripada ayah, menjamin syahid bagi wanita yang meninggal karena melahirkan, menjadikan surga ada dibawah telapak kaki ibu, sungguh akhirnyapun saya jadi ingat ibu saya. Alangkah buruknya bila kita yang sudah besar ini tidak hormat, tidak berbakti kepada ibu, alangkah buruknya manusia yang berani melawan orang tuanya, yang berani menghardiknya, yang berani mengatakan kata-kata kotor didepannya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang berbakti kepada orang tua kita. Amiin….

………

Silahkan bisa melanjutkan membaca kisah kami, salah satu permasalahan yang kami alami ketika proses kehamilan yaitu diancam oleh dokter untuk caesar karena istri minus 11. yuk baca disini!!!

 

Advertisements

3 thoughts on “Hamil pertama istri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s