Cara membuat paspor bayi

Awal bulan Maret 2017, saya sudah berencana membuat paspor untuk Fatiha, jabang bayi anak pertama saya yang lahir bulan Desember 2016. Yah, walaupun saya masih belum jelas nantinya mau melanjutkan S3 ke kampus dan negara mana tapi itung-itung sudah siap-siap. Yang pasti kasihan juga kalau nanti istri saya yang ngurus sendirian.

Pertama-tama yang saya cari adalah pendaftaran paspor online untuk bayi, atau anak di bawah umur. Eh ternyata, tau gak? servernya down. Sejak awal maret saya sudah nyoba akses terus-terusan tapi server imigrasi untuk pendaftaran online down. Saya pingin daftar online karena saya yakin pasti antreannya banyak kalau harus daftar langsung kesana. Tapi apa daya ketika online nya tidak available ya mau tidak mau saya harus datang ke kantor Imigrasi.

Baik, jadi di tulisan ini, saya akan menjelaskan mengenai pendaftaran pengajuan paspor secara langsung ke Kanim Bogor.

Saya chek persayaratan di situs Kanim Bogor. Silahkan bisa dichek disini, siapa tau ada tambahan persyaratan. Bagi pembaca di daerah lain silahkan bisa di check di webnya kanim masing-masing daerah, siapa tau ada yang beda.

Persyaratan pembuatan paspor bayi adalah sebagai berikut:

  1. Kartu keluarga.
  2. Akta kelahiran.
  3. Buku nikah orang tua.
  4. KTP ayah dan ibu.
  5. Paspor ayah dan ibu yang masih berlaku
  6. Surat pernyataan orang tua yang bertanggung jawab atas perjalanan anak (tanda tangan di atas materai oleh kedua orang tua).

Semua syarat tersebut difoto kopi A4, dan jangan lupa dibawa yang asli ketika datang karena akan langsung wawancara. Untuk point no6 saya juga bingung, ini suratnya nyari dimana, saya pun googling dan nemu suratnya, saya tulis ulang, saya tempel materai lalu saya tanda tangani dan saya bawa ke kantor Kanim.

Setelah itu…

  1. Hari sebelum berangkat saya telp ke Kanim Bogor untuk memastikan, saya datang dulu submit berkas kemudian nunggu jadwal wawancara, atau langsung bawa bayinya ketika datang bersamaan dengan submit berkas? kata petugas kanimnya disuruh langsung datang bawa berkas sama Bayi-nya sekalian.
  2. Saya dan istri berangkat pagi-pagi. Oya jangan lupa, tanya juga tentang jam pelayanan pengajuan paspor. Kanim Bogor untuk pengajuan paspor hanya dilayani pagi yaitu jam 08 sampai jam 12 WIB.
  3. Setelah saya sampai kanim, wuih, seperti yang saya duga, penuh sesak dengan banyak sekali orang. Hampir semua kursi tunggu di depan kantor penuh dengan Orang. Saya pun bertanya kepada salah satu petugas, dimana tempat pengajuannya.
  4. Nah setelah bilang kalau mau ngurus paspor buat Bayi, Alhamdulillah ternyata Kanim Bogor punya antrean prioritas (bayi dan lansia). Nah jadi bagi yang orang Bogor mau ngajuin paspor buat Bayi, saya sarankan gak usah repot-repot online, langsung datang saja karena ada antrean prioritas. Nah untuk kanim lain harusnya sih ada, cuman coba ditanyakan terlebih dulu. Coba saja bayangkan, saya sama istri bawah bayi usia 2 bulan terus antre begitu banyak orang, kan repot.
  5. Bapak petugas yg paling depan menyisir berkas kami, dan ternyata ada beberapa catatan sebagai berikut:
    • Foto kopi KTP Bapak Ibu dijadikan dalam satu lembar, jadi bukan dua lembar.
    • Foto kopi paspor bapak Ibu cukup yang bagian depan saja, visa, cap kedatangan ke negara lain tidak perlu di foto kopi. (tadinya saya foto kopi semua halaman yang ada isinya seperti visa dan cap kedatangan ke negara lain)
    • Surat pernyataan orang tua sudah disediakan disana, jadi surat yang sudah saya print ternyata tidak dipakai, harus pakai surat dari Kanim Bogor.
    • Mengisi form pengajuan paspor (Form nya ini juga disediakan di Kanim Bogor)
  6. Nah, beruntung di dekat situ juga ada foto kopian, jadi saya langsung sesuaikan berkasnya, mengisi form pengajuan paspor, dan surat pernyataan orang tua. (*catatan: Mungkin hal tersebut bisa jadi berbeda antar Kanim, untuk kasus saya ini Kanim Bogor)
  7. Setelah selesai langsung saya kasihkan ke bapaknya, dan bapaknya bilang, ini dapat antrean prioritas jadi langsung masuk dan bilang pengajuan paspor bayi.
  8. Kami-pun masuk dan tak perlu menunggu lama, Fatiha sama Ibunya (dengan salah satu saja ibu/bapaknya) masuk ke ruangan Foto.
  9. Nah ternyata di ruangan foto masih harus antre tapi tidak banyak, sebelumnya Fatiha bobo, jadi pas dibangunin buat foto, cepret eh setelah foto dia triak-triak nangis, langsung di bawa keluar deh sama ibunya. Al hasil saya yang masuk ke dalam untuk interview.
  10. Pas interview cuma ditanya keperluannya saja, saya bilang, saya mau lanjut S3 ke luar, jadi mau bawa keluarga. Kemudian di suruh check apakah data sudah benar apa belum, kalau sudah benar tanda tangan.

Sudah deh, saya dapat selembar kertas seperti ini.

Tinggal melakukan pembayaran sejumlah 355 ribu (pembayaran bisa di bank atau kantor pos), untuk pembayaran maksimal sampai 7 hari setelah pengajuan paspor. Kemudian pengambilan paspor bisa dilakukan setelah 7 hari dari pembayaran. Untuk pengambilan paspor harus membawa bukti pengantar pembayaran ini + bukti pembayaran dari bank.

Tanggal 14 Maret saya melakukan pengajuan paspor, 15 Maret bayar ke Bank, kemudian tanggal 28 Maret saya ambil. Jadi deh paspornya Fatiha.

Yeyeee…

Yupz.. semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat yah…

 

Advertisements

Memaknai arti kehidupan

Menjelang tidur saya biasanya merenung, dari mulai otak saya bisa perpikir sampai sekarangpun saya selalu merenung. Merenung mengenai apa saja yang sudah saya lalukan dan apa yang akan saya lakukan kedepan. Pada akhirnya berujung pada pertanyaan, sebenarnya apa sih tujuan utama dari hidup ini? Yang pada akhirnya pula berakhir pada pertanyaan kenapa sih Tuhan menciptakan saya dan menciptakan begitu banyak manusia di bumi ini?

Mungkin diantara kawan ada yang sering mengalami hal itu. Bagi saya meluangkan waktu untuk merenungi mengenai kehidupan ini itu penting. Karena kita sering lupa, apa sebenarnya tujuan dari hidup kita ini.

Belum lama ini saya dihubungi oleh teman lama saya, dia adalah adik kelas saya. Dulu dia sering datang ke masjid Bendo (Masjid tempat saya tinggal waktu SMA), kita sering ngobrol-ngobrol ngalor ngidul yang tiada ujungnya. Rumahnya deket dengan masjid yang saya tinggali.

Dia menghubungi saya dan menanyakan mengenai makna keikhlasan….

Jadi, belum lama ini teman saya ini dirawat di rumah sakit dan sampai sekarang pun masih rawat jalan. Dia cerdas, dibuktikan dengan diterima di kampus termana di Indonesia, kemudian setelah lulus ternyata dia terindikasi ada semacam benjolan di otaknya, yang intinya harus di operasi.

Belum lama pula, saya mengunjungi teman saya yang juga teman istri saya. Dia laki-laki dan seumuran dengan saya. Sejak umur 6 tahun ginjal dia selalu kumat. Intinya sakitnya itu karena ada bagian kecil semacam saringan diantara ginjal dan kantung kemih yang tidak bekerja secara optimal sehingga ada beberapa zat dari ginjal yang seharusnya tidak terbuang ke kantong kemih tapi terbuang. Ketika kambuh, dia lemes, pucat, badannya bengkak-bengkah. Dia sudah menjalani hal ini sejak dia umur 6 tahun dan sampai sekarang dia masih sabar dengan apa yang terjadi ini.

Saya akhirnya berpikir, dulu waktu kecil sering mendengar kisah para nabi dari mulai

  1. Nabi Ayub yang terkena penyakit sampai istrinya jijik
  2. Nabi Nuh yang anak dan istrinya membangkang dan tidak menuruti nasihatnya
  3. Nabi Lut yang istrinya malah mendukung para pelaku homoseksual
  4. Nabi Ibrahim dengan diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya, dan meninggalkan anak dan istrinya di padang pasir tandus.
  5. Nabi Yunus yang terlempar di dalam perut ikan
  6. Nabi Yusuf yang begitu ganteng, sehingga digoda oleh istri raja nan cantik.
  7. Nabi Muhammad yang dicaci dimaki, dilempari batu, di tumpuki kotoran unta di punggungnya ketika sholat
  8. Nabi sulaiman yang diberi harta dan kekuasaan yang luar biasa oleh Allah

dan sebagainya…

Dulu waktu kecil saya hanya berusaha mengingat cerita-cerita itu, hanya hafal dalam otak saja tapi belum merasuk pada jiwa. Dengan bertumbuhnya akal dan tentunya makin dewasanya hati, ditambah sering pula melihat dengan mata kepala sendiri mengenai apa-apa yang ada di dunia ini, saya semakin yakin dengan tujuan hidup yang saya yakini.

Semua hal yang terjadi di dunia ini sudah terangkum semua dalam Al Qur’an. Allah sudah memberikan contoh yang begitu banyaknya dalam Al Qur’an, mengenai hal-hal yang akan terjadi dan bagaimana responnya. Andaikata hidup ini dikatakan sebagai ujian, maka Al Qur’an itu adalah kisi-kisinya. Allah sudah memberikan bocoran soalnya sekaligus jawabannya, tinggal kita mau pakai apa tidak.

Semakin saya merenung, saya jadi semakin mengerti akan tujuan hidup ini. Menurut saya inti dari kehidupan ini ada di Al Mulk ayat 2.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Bagi saya, Allah itu akan memberikan berbagai kondisi terhadap makhluknya. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, ada diantara makhluknya yang diberi kondisi penyakit di otaknya, ginjalnya tidak berfungsi dengan baik, istrinya durhaka, kaya raya, gantengnya minta ampun, cuantik dan seksi.

Nah kemudian Allah tinggal lihat saja respon dari makhluknya tadi, kemudian Allah akan melihat yang mana diantara makhluknya yang paling baik amalnya.

Persoalannya, kita manusia ini, sering menganggap bahwa yang disebut sebagai ujian hanyalah misalnya : Miskin, Jelek, Cacat, Sakit, istri durhaka, tidak punya anak, bangkrut dan sebagainya.
Dan menganggap bahwa : Kaya, cantik, ganteng, pintar, merupakan nikmat dari Allah.

Bagi saya semuanya itu adalah ujian dari Allah. Saya menganggap nikmat Allah itu adalah apa-apa yang bisa menjadikan kita dekat dengan Allah, baik itu bentuknya enak menurut manusia seperti kaya, cantik, ganteng atau yang tidak enak dimata manusia seperti miskin, sakit, jelek dan sebagainya.

Banyak orang yang bisa sabar dengan berbagai macam penyakit atau kemiskinan, tapi sedikit manusia yang bisa bersyukur dengan gantengnya, cantiknya, kayanya, kemudian menjadikan semua hal yang diberi oleh Allah tersebut dimanfaatkan di jalan yang Allah kehendaki.

Yah inilah hidup kawans.

Intinya apapun kondisi yang Allah berikan pada kita, tenang saja, kita cari saja kisi-kisinya bagaimana kita harus merespon, agar Allah menerima respon kita, dan menjadikan kita golongan orang-orang yang paling baik amalnya.

Dapat istri dan anak durhaka, tinggal gunakan jawaban dari Nabi Nuh, diberi penyakit tinggal gunakan tipsnya nabi Ayub, di ganggu, dicaci ketika beribadah tinggal gunakan resepnya Nabi Muhammad SAW, ganteng atau cantik tinggal gunakan akhlaqnya Nabi Yusuf, kaya raya dan punya kuasa tinggal gunakan tips dan triknya Nabi sulaiman dan begitu seterusnya.

Jadi, apapun kondisi yang Allah berikan kepada kita, semua adalah kebaikan untuk kita kalau hal tersebut menjadikan kita lebih dekat denganNya dan respon kita sesuai dengan kehendakNya begitu pula sebaliknya.

Saya pun jadi berpikir, apa yang akan terjadi pada saya kedepan ya? tentu saya tak mengetahuinya. Yang pasti, hati saya berkata, kalau saya yang diberi kondisi seperti teman-teman saya tadi, kuatkah saya? Ya Allah…

Semoga Allah selalu memberikan keistiqomahan dalam menjalani kehidupan ini…

Amiiin…