PERANG TANPA PEDANG

PERANG TANPA PEDANG

Ghazwul Fikri/Perang pemikiran

Pemikiran/paham supaya bisa bertahan harus ditularkan dan disebarkan. Penyebaran konsep ketuhanan atau kalau dalam istilah islam disebut sebagai dakwah bertujuan agar konsep-konsep tersebut itu tetap bertahan dan eksis dimuka bumi. Setiap pemeluk agama pasti akan mengatakan bahwa konsep ketuhanan di agamanya bukan berasal dari pemikiran manusia melainkan dari Tuhan, buktinya apa? Itulah Iman.

Perang pemikiran/paham itu nyata adanya karena pemikiran bisa menggerakkan. Karena gagasan bisa merubah keadaan.

Hidup itu pilihan, kita terlahir di keluarga apapun, islam, kristen, hindu, budha, konghucu. Itu adalah pemberian Tuhan yang tak bisa kita gugat. Tapi Tuhan memberikan bekal Akal pada manusia untuk berpikir dan memilih. Yang saya pahami dalam agama saya, setelah manusia berusia akil baligh, mereka sudah diberikan kebebasan untuk memilih, mereka bebas menentukan pilihan dengan catatan ia harus siap menanggung konsekuensinya.

Bahkan ketika manusia memilih untuk tidak beragamapun itu adalah pilihan, itu juga merupakan iman bagi pemilihnya yaitu dia percaya kalau tidak ada Tuhan. Pemikiran seperti ini sudah ada sejak lama, salah satu contohnya adalah Charles Darwin yang pada akhirnya mengemukakan teori evolusi.

Beberapa konsep dalam agama ada yang tidak bisa diterima dengan akal, nah itulah iman. Orang yang tidak percaya Tuhan bilang, aku tidak percaya Tuhan karena belum pernah melihatNya dan Tuhan itu tidak masuk akal? Bagi saya, lebih tidak masuk akal lagi kalau semua yang ada di bumi dan di alam raya ini ada tanpa pencipta, ada karena kebetulan.

Kalau kata Gus Mus, Semakin kita banyak belajar, semakin kita tidak kagetan, ada tulisan begini, oh udah pernah baca mah tulisan senada seperti ini, ada pemikiran kekanan, pemikiran ke kiri, pemikiran ke atas, ke bawah dan pemikiran nyelneh-nyelneh lainnya, tidak kaget. Sehingga tidak menjadi manusia kagetan, gampang heboh, dan bingungan.

Siapapun mereka, berapapun usiannya, mau punya pemikiran apapun, gagasan apapun itu silahkan. Yang paling penting jangan sampai berhenti belajar. Karena manusia bisa berubah dengan semakin bertambahnya kapasitas pengetahuan dan semakin bertambahnya pengalaman hidupnya.

Kalau orang-orang sekarang banyak yang menyebarkan pemikiran sepilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme) dengan bangganya dengan pemikiran tersebut. Kenapa kita takut untuk menyebarkan gagasan keimanan kita?

Sang pecinta sekulerisme akan bilang, ngapain sih masukin agama ke negara, ke politik. Sudah lah agama di gereja saja, di masjid saja. Toh itu orang-orang yang mengaku beragama malah korupsi? Lihat itu negara yang lepas dari agama malah lebih maju?

Sang pecinta pluralisme akan bilang, Tuhan kita satu, jalan bisa banyak, agama apapun sama saja, toh agama juga warisan dari orang tua. Ya sudah kalau begitu, hari ini islam, besok kristen, esoknya lagi budha atau hindu.

Pluralitas/ keberagaman/kebinekaan itu sunatullah/hukum alam. Beragam itu cantik dan tidak harus disamaratakan melainkan harus dijaga, karena sesungguhnya indahnya dunia ini karena perbedaan.

Percaya bahwa agamamu adalah yang paling benar itu tidak masalah malah diharuskan karena itulah iman. Meyakini kebenaran agama yg dianut sebagai agama yg paling benar adalah keharusan. Yang tidak boleh adalah memaksa orng lain untuk masuk keagamanya, mencaci ajaran dan Tuhan agama lain.

Sang pecinta liberalisme akan bilang, nash/teks dalam kitab suci harus tunduk pada akal. Menjadikan akal dan kebebasan sebagai Tuhan. Ngapain Tuhan ngelarang LGBT toh WHO sudah bilang LGBT bukan bagian dari penyakit yang harus ditumpas, itu ngelanggar HAM. Ya sudah saya doakan semoga anak cucunya LGBT.

Sang pecinta radikalisme akan bilang itu bid’ah, sesat, kafir, neraka kepada saudara seagama hanya karena perbedaan pandangan dalam masalah tafsir bahkan ada yang dengan tegas bilang bunuh, cincang, ataupun penggal.

Kalau mereka saja bersemangat untuk menyebarkan gagasan/pemikiran yang mereka imani kenapa kita tidak?

Mari berperang gagasan, ketika tidak setuju dengan gagasan orang lain maka bantahlah dengan gagasanmu bukan cacianmu. Peranglah dalam gagasan.

 

Selamat hari lahir pancasila.

Kita bisa merdeka karena peran para pahlawan yang tak terhitung jumlahnya dan hampir semuanya adalah orang yang beragama, mereka yakin bahwa penjajahan bertentangan dengan perintah Tuhan, sehingga mereka melawan. Oleh karenanya sila pertama bangsa ini-pun sila ketuhanan. Maka membenturkan nasionalisme dengan agama adalah kebodohan jiddan

#Selamat berpuasa #Ramadhan
#Selamat hari lahir pancasila

 

Rischan Mafrur,
Bogor, 1 Juni 2017
Renungan Ba’da Ashr wulan Romadhon

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s