Tips Belajar IELTS sendiri

Seperti yang sudah saya kemukakan alasan saya kenapa saya begitu menghindari test IELTS tapi pingin melanjutkan S3 di negara yang bahasa ibunya bahasa inggris, alasan terbesarnya adalah kalau saya mau test IELTS berarti saya harus meluangkan waktu, yang pertama untuk persiapan dan latihan biar paham dengan tipe soalnya dan yang paling utama adalah saya harus meluangkan banyak waktu untuk latihan nulis. Latihan nulis di sini ditafsirkan secara tekstual yaitu benar-benar latihan nulis. Dikarenakan saya sangat jarang menulis dengan tangan dan sudah terbiasa ngetik dan memang pada dasarnya tulisannya saya jelek maka sungguh horor ketika ada test dan itu diharuskan tulis tangan.

Tapi apa daya ketika harus dipaksa. Seperti yang sudah saya tuliskan di postingan ini bahwa saya harus mengajukan permohonan pindah kampus ke LPDP karena kampus sebelumnya yang saya pilih ternyata Profnya yang cocok dengan riset saya tidak available untuk membimbing mahasiswa PhD. Saya dapat Prof yang cocok di UQ Australia dan sudah mendapatkan Unconditional LoA tanpa melampirkan sertifikat IELTS, alasannya seperti yang sudah saya tulis di sini.

LPDP punya kebijakan yang kalau menurut saya seperti tumpang tindih. Ternyata untuk mengajukan permohonan pindah kampus saya tetap harus melampirkan sertifikat IELTS, padahal bukannya sertifikat IELTS itu digunakan untuk mendapatkan Unconditional LoA? Nah, ini memang aturan dari LPDP dan ini aturan administrasi yang tidak bisa diganggu gugat. Kata LPDP saya bisa tanpa IELTS kalau pindah kampusnya masih di negara yang sama dengan negara S2 saya yaitu Korea Selatan. Ketika LPDP bilang kalau ini adalah syarat administrasi yang tidak bisa dinegosiasi karena bisa jadi ketika nanti ada auditor yang mengaudit dan ada berkas saya yang pindah kampus tanpa IELTS nanti akan bermasalah. Jadi ya sudah saya mau tidak mau harus test IELTS.

Dalam waktu yang terbatas, saya langsung mendaftar test IELTS di bulan Februari dan saya mencari venue nya yang di Bogor yang sekota karena kalau ke Jakarta walaupun dari Bogor tetap saja repot. Ternyata di Bogor ada ILP Cimanggu yang bekerjasama dengan IALF yang mengadakan test IELTS, sayangnya saya tidak bisa test di bulan Maret karena quota sudah penuh, quota yang masih tersedia di bulan April tanggal 29, ya sudah saya akhirnya mendaftar test IELTS tersebut.

Selama selang waktu itu saya belajar sendiri yaitu

  1. Latihan soal dengan buku cambridge 1-11
  2. Dengerin video tips IELTS dari LIZ.
  3. Baca-baca postingan di IELTSadvantages.com
  4. Baca-baca example answer di beberapa blog terutama untuk writing example answer.
  5. Dan yang paling sering saya lakukan adalah latihan nulis, berusaha memperbagus tulisan saya tapi jujur saja jadi lama banget saya nulisnya, hehe.

Bagi yang masih single saya sarankan segera ambil test IELTS tapi ya persiapan dulu, kalau sudah berkeluarga tentu beban akan makin banyak hehee.

Untuk detail mengenai tips untuk mengerjakan soal IELTS bisa dibaca di sini

 

Semoga bermanfaat

Advertisements

2 thoughts on “Tips Belajar IELTS sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s