Pendaftaran Beasiswa LPDP 2018

Pagi ini ketika buka HP, beberapa orang di Grub Whatsapp yang saya ikuti sudah mengeshare informasi mengenai pendaftaran beasiswa LPDP 2018. Saya coba buka linknya eh-timeout kemungkinan sih karena banyak yang akses. Tapi tadi sempat saya reload bisa dibuka di HP. Sekarang tidak bisa lagi.

Jadi bagi adek-adek yang sudah menanti informasi kapan pendaftaran beasiswa LPDP 2018 dibuka akhirnya datang juga. Bahkan saya sering sekali dapat email ataupun via sosial media atau di blog ini yang bertanya perihal tersebut. Oleh karena itu, saya post saja di sini. Berikut ada beberapa informasi penting yang tadi sudah saya screenshoot sebelumnya mengenai pendaftaran beasiswa LPDP 2018.

Berikut adalah informasi penting tersebut:

  1. Quota beasiswa LPDP 2018 adalah 4000, jadi hanya 4000 awardee yang diterima nantinya.
  2. Pendaftar di tahun 2018, dapat memulai perkuliahan tahun 2019 dan sudah tidak ada proses pindah kampus, jadi harus melanjutkan dikampus yang sudah dipilih pas pendaftaran.
  3. Ada schema baru yaitu co-funding (jadi model shared cost), sebagaian dibiayai LPDP sebagian biaya sendiri.
  4. Berikut adalah timeline pendaftaran beasiswa LPDP 2018 dalam negeri, luar negeri, dan disertasi terlampir
  5. Daftar kampus tujuan Luar Negeri untuk kampus regular semakin ketat: Daftar kampus tujuan Luar Negeri buka di sini dan daftar kampus tujuan dalam negeri lihat di sini.

 

 

 

 

 

Jadi yang perlu diingat bagi yang mau daftar beasiswa LPDP 2018 untuk dalam negeri, Senin tgl 7 Mei sudah dibuka pendaftarannya dan pendaftaran ditutup tanggal 8 Juni 2018. Bagi yang mau daftar beasiswa untuk luar negeri, pendaftaran dilakukan mulai 2 Juli 2018 – 21 September 2018.

Semangat ya..

Oya berikut ada beberapa tulisan saya mengenai pengalaman seleksi LPDP dan tips nya. Jadi bisa jadi bahan bacaan dan referensi.

Kumpulan tulisan-tulisan saya tentang beasiswa LPDP bisa dibuka di sini 

Bagi yang sukanya nonton Vlog, ini ada Vlog lengkap tentang Tips lolos beasiswa LPDP.  (Ini playlist isinya ada 7 videos)

 

Sukses ya..

Info official pengumuman pendaftaran beasiswa LPDP bisa dibuka di sini PENDAFTARAN LPDP 2018

Salam dari Pinggir kali Brisbane

Rischan Mafrur

Advertisements

Cara Mendaftar Universitas di Australia

Cara daftar kampus di Australia

Saya nulis ini karena kemaren ada email yang masuk dan selain itu juga baik di FB dan IG ada yang bertanya tentang langkah-langkah untuk mendaftar di kampus Australia.

Saya sebenarnya sudah menulis tulisan cukup lengkap tentang kuliah di Australia di sini . Tapi sepertinya beberapa informasi masih tersirat misal kemaren bertanya gimana sih cara enroll, terus ngurus visanya setelah enroll, syarat untuk enroll di kampus itu gmn, kapan bayar OSHC (Oversease Student Health Cover)/ Insurance dan sebagainya. Nah tulisan ini ingin menjawab pertanyaan tersebut sehingga nanti kalau ada yang tanya ke saya lagi tinggal kasih tulisan ini.

Baik, dalam tulisan ini, saya ingin membahasnya point to point dengan singkat dan jelas, jadi langkah-langkah mendaftar di kampus Australia adalah sebagai berikut:

    1. Bagi yang mau melanjutkan S2 by Courses itu cukup mudah karena kita tidak perlu mencari supervisor/advisor terlebih dahulu, bagi yang mau daftar S2 by research/ MPhil atau S3, step pertamanya adalah browsing supervisors dulu, nyari pembimbing riset yang cocok dengan penelitian/topik kita.
    2. Hampir semua kampus di Aussie sepertinya cukup enak dalam hal submit aplikasi, misalnya jika saya bandingan dengan di Korea, Jepang yang mana saya harus mengirim dokumen via post, dulu saya sempat apply juga di kampus saudi dan itu cukup enak karena semua online tapi application systemnya tidak sebagus di sini, yang paling enak pas kemarin apply UQ.
    3. Buka website kampus, dalam hal ini contohnya kampus saya, jadi buka website The University of Queensland UQ, tinggal saja apply as international student. Buat akun pakai email dan password. Di portal itu nanti kita bisa isi data diri, kualifiakasi pendidikan kita, dan informasi lainnya. Setelah itu tinggal apply deh, upload dokumen-dokumen yang diperlukan, semuanya bisa dibaca di guideline/ required documents.
    4. Catatan: di UQ untuk S2 ada application fee yaitu 100 AUD, sedang untuk S3 tidak ada application fee. Bagi kalian yang mau apply S2 kalian juga bisa datang ke pameran pendidikan, biasanya dipameran pendidikan mereka bisa ngasih application fee waiver, jadi kalian tak perlu bayar application fee.
    5. Bagi yang S3 biasanya di portal ada isian nama advisornya, atau bisa juga S3 tidak cari advisor dulu, nanti kampus yang nyariin.
    6. Setelah semua form diisi, semua dokumen lengkap, tinggal submit saja. Nah, nanti kampus akan menilai berkas aplikasi kita, waktu assessment nya tergantung ada yang cepet ada yang lama, tergantung sikon juga, tapi kita kasih waktu saja 4 weeks alias 4 minggu.
    7. Kalau semua persyaratan terpenuhi dan kualifikasi kita layak, maka kita nanti akan dapat offer letter atau istilahnya Unconditional Letter of Aceptance (LoA). Bagi yang masih ada kekurangan persyaratan misal skor IELTS kurang biasanya bisa dapat Conditional LoA, nanti akan jadi Unconditional jika syarat bahasanya sudah terpenuhi. (Contoh Unconditional LoA seperti di bawah ini)
    8. Sudah itu saja! Setelah kita dapat LoA, kita bisa cari scholarship. Ada beberapa scholarship yang mewajibkan pendaftarnya mempunyai Unconditional LoA seperti Endavour kalau tidak salah. Di sinilah kegunaan LoA, jadi LoA itu semacam dokumen yang menyatakan bahwa anda sudah diterima di kampus. Untuk beasiswa seperti LPDP tidak mempersyaratkan harus punya LoA kok, tapi biasanya klo udah punya lebih meyakinkan lah, gitu.
    9. Ketika kalian diterima beasiswanya, nanti dari scholarship provider akan menerbitkan letter of scholarship/letter of financial guarantee. Surat itulah nantinya yang kalian upload di portal pendaftaran tadi. Bagi yang mau kuliah dengan biaya sendiri, nanti bisa upload financial support statement dan bank statement punya orang tua. Setelah itu nanti pihak kampus akan menerbitkan CoE (Confirmation of Enrollment), dengan modal CoE inilah nanti kita bisa apply student visa. (Contoh CoE seperti di bawah ini)
    10. Setelah dapat CoE kita bisa apply visa, tapi masih ada yang harus diurus yaitu bayar OSHC, untuk yang dapat scholarship biasanya sudah langsung dibayarkan oleh pihak pemberi beasiswa jadi jangan khawatir, bagi yang mau biaya sendiri yang harus bayar sendiri, caranya tinggal kontak saja OSHC provider, atau langsung kontak pihak kampus untuk meminta tolong menguruskannya.
    11. Bila sudah ada CoE, pihak scholarship provider sudah membayar OSHC, maka kita bisa apply visa. Saya apply visa menggunakan jasa agen dan kurang dari 5 hari visa langsung terbit. Silahkan bisa baca detilnya di sini .
    12. Oya kalian juga bisa mengajukan defer maksimal 3 kai, jadi klo misal tadinya udah accept untuk offer commencement February (mulai kuliah February), kemudian mungkin karena dari scholarship provider belum mengijinkan berangkat atau ada satu lain hal, kalian bisa mengajukan defer/mengundurkan keberangkatan. Enak kan? tak perlu apply ulang lagi. Klo misal di Korea, ini tidak bisa, kita harus apply ulang dan kirim dokumen via post lagi.

Dan sebagai catatan, semua hal di atas, kita bisa menggunakan jasa agen. Gila!!! apa nggak gampang banget. Misal kita tinggal minta tolong agen, nyerahin transkrip S1 kita yang terlegalisir, IELTS, dan dokumen pendukung lainnya. Setelah itu udah tinggal nunggu Unconditional LoA aja dari agen. Habis itu appy scholarship, klo beruntung dapat scholarshipnya, habis itu serahin letter of sponsor ke agen beserta dokumen pendukung lainnya, udah tinggal terima jadi sampai ke pengurusan visa pun kita tinggal terima jadi.

Oya tapi kalau S3 dan harus nyari supervisor sepertinya lucu ya kalau pakai agen? hehe.

Tapi tentu kurang greget ketika semua dilakukan oleh agen hehe. Saya hampir tidak pernah mengurus apapun menggunakan agen, hanya satu itu yaitu mengurus visa kemaren, karena saya tidak punya credit card, jadi nanti report di payment nya. Akhirnya saya minta tolong agen heheh.

 

Okey mungkin ini saja ya, semoga bermanfaat, bagi yang mau apply sekarang sudah tidak bingung lagi kan?

Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur

Memperpanjang paspor di KJRI Sydney

Sebagai mahasiswa yang kuliah di Australia dan ditakdirkan tinggal di Brisbane, mau tidak mau kalau ingin memperpanjang paspor harus repot. Iya layanan konsulat Indonesia juga kadang ada di Brisbane tapi itu paling setahun sekali atau dua kali dan itu juga tidak tentu kapan!.

Januari 2018 saya sudah booking tiket buat mudik ke Indonesia tanggal 10 Maret, setelah tiket kebeli, eh baru nyadar kalau paspor saya mau expired. Paspor saya habis awal agustus 2018, sedangkan saya harus transit di Singapore yang mana sudah menjadi aturan umum usia paspor maximal 6 bulan sebelum habis untuk traveling ke beberapa negara. Oleh karena itu ada dua pilihan, mantep saja dengan segala resiko pakai paspor yang masa berlakunya kurang dari 6 bulan. Atau yang kedua, memperpanjang paspor di sini.

Oya, kalau pilih yang pertama, nantinya juga pasti harus perpanjang paspor di Indonesia. Karena setahu saya imigrasi Indonesia tidak akan mengijinkan orang Indo dengan paspor kurang dari 6  bulan pergi ke luar! sedangkan saya khawatir memperpanjang paspor di Indonesia harus antre datang dari jam 5 pagi. Jadi saya memilih pilihan ke dua, yaitu memperpanjang paspor di sini.

Karena saya tinggal di Brisbane, statenya adalah Queensland, satu-satunya cara untuk memperpanjang paspor adalah datang ke KJRI Sydney yaitu jelas lokasinya di Sydney. Mungkin ada yang berpikir, lha kan masih satu negara, toh juga masih Australia hehe. Australia itu tidak cuma negara bro, tapi benua! Mirip Indonesia deh, banyangin saja dari Brisbane ke Perth itu seperti dari Sabang ke Merauke. Kalau dihitung jaraknya Brisbane ke Perth itu sekitar 4ribuan km, sedang dari jakarta ke Incheon Korea itu 5 ribuan. Bisa dibayangkan kan?

Yah untungnya Sydney tidak sejauh Perth, tapi ya itu mau tidak mau, perpanjang paspor yang bayarnya hanya 47 AUD harus jadi mahal karena buat beli tiket pesawat PP dari Brisbane ke Sydney, belum lagi nanti akomodasi di Sydnenya bagaimana.

Nah, walaupun kondisinya seperti itu, tetap harus saya lakukan kalau saya mau jadi balik ke Indo hehe. Di tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman saya untuk memperpanjang paspor di KJRI Sydney. Bagi kawan-kawan semuanya yang tinggal di wilayah Queensland, New South Wales, dan South Australia, maka konselornya ada di KJRI Sydney. Beginilah langkah-langkah memperpanjang paspor di KJRI Sydney.

Baca petunjuk mekanisme perpanjangan paspor di website KJRI Sydney di https://www.kemlu.go.id/sydney/id/arsip/lembar-informasi/Pages/paspor-biasa-habis-masa-berlaku.aspx

Di situ disebutkan step pertama adalah registrasi online untuk perjanjian. Ini wajib, tanpa registrasi online walalupun anda sudah sampai KJRI Sydney, anda tidak akan dilayani. Beruntunglah waktu itu saya masih dapat, coba saja bayangkan tiket Maret, saya beli di Bulan januari. Pas mau coba registrasi online eh ternyata Januari sama awal February sudah penuh semua, tinggal akhir February, akhirnya saya milih tgl 26 February 2018.

Siapkan semua dokumen persyaratan sesuai dengan yang tertulis di website KJRI tersebut, download formulir habis masa berlaku di link yang tertera kemudian diisi, biar nanti di sana sudah siap semua dokumennya.

Beli amplop express, one day delivery, yang recommended untuk pengiriman dokumen penting. Kalau di kampus saya, harga amplop ini 17 AUD. Untuk apa amplop ini? nanti lihat selanjutnya.

Beli tiket PP (Pulang-Pergi), misal kalian tinggal di Brisbane ya beli tiket PP Brisbane Sydney, bisa kereta atau pesawat! mendingan peswat, saya kemaren PP dapat 130 AUD, itupun berangkat saya pas weekend jadi agak mahal, kalau pas beruntung bisa dapat PP 80 AUD.

Brangkat ke Sydney, alhamdulillahnya saya ada temen yang jadi Marbot di Masjid Iqra di Sydney. Jadi saya ke Sydney tidak hanya perpanjang paspor tapi juga sekalian silaturahim, dan bisa tinggal di masjid Iqra jadi tidak perlu biaya untuk nginep di Sydney. Saya berangkat ke Sydney sabtu sore, hari ahadnya jalan-jalan, senin pagi ke KJRI Sydney, dan selasa pagi pulang ke Brisbane.

Tips ketika mau ke KJRI Sydney. Harus diperhatikan bahwa pelayanan pengajuan berkas hanya dilayani jam 9 – 12, untuk pengambilan paspor jam setengah 3 sampai setengah 4. Ini harus diperhatikan jangan sampai sudah jauh-jauh ke Sydney eh telat. Nah, disini saya ada pengalaman! Saya berangkat jam 7 pagi dari Masjid Iqra menuju ke KJRI Sydney di 236-238 Maroubra Road, Maroubra, NSW. Saya ikut petunjuk dari Google Map saja, jadi saya jalan ke stasion kereta terdekat kemudian dari situ ke Central Station. Di Google Map di tunjukkan untuk turun di sini dan berjalan ke Bus stop Jalan Elisabeth atau apa ya saya agak lupa. Di situlah saya harus menunggu Bus yang menuju ke KJRI Sydney. Ternyata-eh ternyata, saya menunggu bus di situ hampir 1 jam lebih, saya sampai di bus stop itu jam 8, sampai jam 9 saya masih belum dapat Bus! kenapa? Karena penuh, semua bus penuh. Setelah saya tanya temen saya, ternyata saya salah. harusnya saya turun dan exit di Central station di poll nya Bus, jadi naiknya dari situ! Ini bisa buat pelajaran bagi teman-teman. Untungnya jam setengah 10 saya akhirnya dapat bus 393 dan butuh sekitar 30 menit sampai di KJRI Sydney. Alhamdulillah.

Pertama teman-teman harus ninggal KTP/SIM di gerbang agar diijinkan masuk dan nanti mendapatkan semacam kartu. Setelah itu ambil nomor antrean sesuai dengan keperluan teman-teman, dan tara submit deh berkasnya!.

Setelah nanti di check sama petugas, nanti kita harus bayar 47 AUD, pembayarannya langsung disitu tidak boleh cash, jadi saya pakai kartu debit Common Wealth bank, tinggal di tap aja.Nah, fungsi amplopnya di sini. Jangan lupa amplop tadi harus sudah ditulis alamat rumah anda ya!. Jadi bagi yang rumahnya jauh tentu tak mungkin kan dua kali bolak-balilk ke Sydney. Jadi, nanti paspornya akan dikirimkan menggunakan amplop tadi.

Setelah semuanya selesai, tinggal nunggu foto saja. Dan selesai, bisa pulang atau jalan-jalan ke Sydney.

Pas saya pulang nyampe rumah, eh di pintu sudah ada surat bahwa saya dapat paket dan bisa diambil besok pagi di kantor pos deket rumah! Ternyata paspor saya nyampai rumah duluan dibanding saya sendiri! hehehe.

Beginilah penampakan amplop yang berisi paspor saya, saya mengajukan hari Senin 26 Februari, kalau di paspor saya tertanda dibuat 26 February, jadi sehabis saya submit langsung di proses, dan langsung dipost oleh KJRI, pengiriman memakan waktu sehari (Selasa), rabu pagi jam 9 saya ambil di kantor pos dekat rumah.

Seperti itulah skema atau mekanisme perpanjangan paspor di KJRI Sydney.

Ini ada beberapa foto saya ketika di Sydney.

Semoga bermanfaat

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur

Sembilan Tahun NgeBlog

Hari ini adalah hari yang cukup spesial karena mendapatkan notifikasi dari WordPress “Happy Anniversary with WordPress.com!”. Sebenarnya notifikasi-notifikasi seperti itu banyak sekali yang masuk ke email dari berbagai aplikasi yang saya pakai dan selalu saya hiraukan. Tapi untuk kali ini saya rasa cukup berbeda! WordPress bilang dalam notifikasinya, udah 9 tahun lhoo kamu pakai blog ini?

Seriously?

Sempet shock sih, ternyata sudah 9 tahun usia Blog ini. Alasan lainnya juga yang membuat saya akhirnya untuk menulis postingan ini adalah hanya pada Blog ini saya setia, yang mana dari lahir sampai sekarang saya masih memakai blog ini. Dulu pernah punya Friendster terus mati, akun email dulu pakai Yahoo terus ganti Gmail dan di Gmailpun gonta-ganti, begitu juga dengan akun-akun lain bahkan nomor HP juga sering gonta-ganti. Hanya blog WordPress ini yang tidak pernah gonta-ganti, bahkan sudah banyak teman yang menyarankan, ngapain sih tidak di upgrade jadi domainnya dot com, nanti kan juga bisa di monetize, pasang iklan dan dapat duit. Entah kenapa, sampai sekarang saya tidak ada rencana untuk melakukannya, sudah terlanjur cinta dengan rischan.wordpress.com , tak perlu lah ganti domain. Karena memang tujuan utama semua tulisan-tulisan di Blog ini semoga bisa menjadi amal jariah saya. Dan andaikata saya mati besok pagi, selama WordPress masih ada maka tulisan di blog ini juga akan tetap ada, beda kasus kalau di upgrade domain ke dot com. Kalau saya mati, pasti situsnya ikut mati, karena tidak ada yang membayar tagihan kedepannya hehee.

Sembilan tahun itu bukanlah waktu yang sedikit, saya mencoba-coba untuk me-recall memory, kapan sih saya buat akun wordpress ini. Yah, waktu itu, 9 Maret 2009, dimana pada tahun itu saya tidak melanjutkan kuliah. Saya lulus SMA 2008, kemudian memutuskan untuk bekerja agar punya duit buat kuliah. Di tanggal itu saya sedang bekerja di AndraComp, Temanggung (Toko/Service/Instalasi) komputer dan jaringan dan biasanya ketika sepi dan tidak ada kerjaan, saya habiskan waktu kosong untuk menulis beberapa tulisan di Blog ini.

Ingatan saya itu sepertinya benar! Setelah mencoba ‘tracking’ dan ‘riset’ di beberapa tulisan terlama di Blog ini hehehe.

Blog ini benar-benar gado-gado dan tulisan-tulisan lama di blog ini mencerminkan diri saya di saat state itu. Awal mula adanya blog ini, mayoritas tulisan saya adalah mengenai hardware, review GPU, spec komputer dan sebagainya, di samping itu juga tentang tips-trik mempercantik Blog. Karena pada saat itu saya memang lagi gandrung dengan HTML dan javascript. Itu terbukti dengan seringnya saya datang dan berguru kepada kakak kelas saya, namanya Heru Riadyawan, yang dia punya blog yang keren banget.

Review hardware, tips blogging dan ngeblog, kemudian berubah tema menjadi blog romansa, karena dikala S1 banyak tulisan-tulisan di blog ini tentang cinta (yah mungkin memang fase saya saat itu ya?) hahaha.

Dan pada akhirnya, untuk saat ini mayoritas viewers di Blog ini adalah para pencari beasiswa khususnya ke Korea. Tulisan saya tentang itu tidak pernah sepi setiap hari, di tambah sekarang saya juga punya tulisan tentang seleksi LPDP, jadi tambah rame saja blog ini dikunjungi oleh orang-orang yang tertarik melanjutkan kuliah dengan beasiswa.

Begitulah perjalanan panjang Blog ini, lahir 9 Maret 2018, hari ini tepat usianya 9 tahun. Ada hal yang sangat penting yang ingin saya sampaikan di tulisan ini, yakni manusia itu berproses. Bagi teman-teman yang kepo, pasti akan bingung, blog ini sudah 9 tahun tapi tulisannya sangat sedikit. Ya jawabannya adalah saya jarang nulis, itu bisa saja benar bisa salah. Setelah saya check, ternyata banyak sekali tulisan-tulisan saya yang tadinya terpublished saya jadikan draft lagi. Saya tidak menghapus satupun tulisan lama saya, karena dari situ akan ketahuan proses kedewasaan hidup saya, jadi sayang kalau dihapus. Disisi lain, saya malu kalau tidak disembunyikan tulisan-tulisan tersebut hahah!.

Mau lihat postingan pertama saya di blog ini seperti apa?

Itulah tulisan pertama saya di tanggal 9 Maret 2009, ada dua tulisan yaitu tutorial membuat Blog di WordPress dan tutorial membuat Blog di Blogger/Blogspot. Coba lihat itu screenshootnya Blogger masih primitive gitu hehe. Kemudian alasan yang bikin saya malu adalah tulisannya, itu saya saja tidak paham apalagi orang lain yah?

Nah itulah state manusia, kita tidak bisa menilai manusia karena kita tak tahu kondisi yang sedang dialaminnya, karena kita tidak tahu state dia. Kita semua hidup di dunia ini sedang berlari di lintasan masing-masing, dan lintasannya pun berbeda-beda. Seringkali mungkin kita tertawa melihat tulisan alay di Facebook, eh taunya dia memang masih anak-anak. Lha saya saja mencoba lihat update-an status tahun 2009 di Facebook juga ketawa sendiri. Nah itulah, begitulah manusia, manusia itu berubah dan semuanya butuh proses.

Maka jangan kaget jika di sosial media banyak sekali menemukan tulisan-tulisan yang mungkin lucu, menyedihkan, atau memprihatinkan, karena state manusia itu berbeda beda, dan memang keragaman itu Allah ciptakan agar hidup kita di dunia ini makin seru hehe.

Selain itu, hal yang menurut saya penting adalah latihan menulis. Saya sudah mencoba untuk menulis sejak 9 tahun lalu, walaupun tulisan saya acang-kadut tidak karuan seperti di atas. Tapi sekali lagi, semuanya berproses! Sampai sekarang-pun saya merasa menulis itu benar-benar susah! Entah itu menulis postingan di blog, menulis paper/journal, apalagi menulis buku. Sampai sekarang-pun saya masih berusaha untuk bisa lebih baik dan lebih baik.

Yang pasti suatu saat, kita akan tertawa ketika melihat tulisan-tulisan lama kita, dan disitulah ada nilai kebahagiaan tersendiri. Disamping hal itu merupakan kelucuan tapi kitapun jadi ingat, momen saat kita menulis tulisan tersebut. hehe.

Ayoo menulis!!..

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur

Kids Jaman Now itu Go International

Ini sebenarnya telat posting, tapi saya tetep posting karena menurut saya ini sangat menginspirasi!

Tagline anak #JamanNow akhir-akhir ini cukup populer tapi biasanya disandingkan dengan perilaku anak jaman now yang cenderung ke arah negatif entah itu pacaran dini, mamah papah dini, gila gadget dan sebagainya.

Tapi, Tanggal 25 Bulan lalu saya benar-benar melihat #anak #JamanNow yang benar-benar keren.
Mereka ada 40 orang, diantara mereka ada yang SMP, SMA dan kuliah.

Gilak benar mereka itu!, nama komunitasnya adalah #Angklung#Muhibah , mereka berasal dari #Bandung. Bandung mana suaranya?

Mereka ini sudah keliling #Eropa dua tahun lalu kalau tidak salah dan bulan ini lagi keliling di #Australia. Untuk akomodasi mereka biasanya menghubungi orang-orang Indonesia yang berada di negara yang dituju. Jadi kemarin pas di #Brisbane , 40 anak ini untuk akomodasinya tersebar di rumah-rumah orang #Indonesia di sini.

Benar-benar keren, dulu saya seumuran mereka (SMP) masih mainan kelereng, main ke pasar yang jauh saja dimarahin karena takut ilang, hehe sekarang mereka bahkan sudah keliling #Eropa dan #Australia dan yang lebih membanggakan lagi karena mereka mewakili #Indonesia dengan #Angklungnya.

Ini benar-benar #AnakJamanNow yang kami harapkan sebagai #GenerasiJamanOld.

Berikut ini video penambilan mereka

Semoga semakin banyak #AnakJamanNow seperti mereka, tetap semangat, selalu menginspirasi.

 

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur

24 Purnama di Negeri Ginseng

Tanggal 2 Mei 2016 ada pesan masuk ke Facebook saya, yaitu dari salah seorang editor di Penerbit Mizan Bandung.  Intinya adalah Mas nya ini sering baca Blog saya dan Twittan saya dan dia tertarik untuk membukukannya. Pada waktu itu sebenarnya saya sudah membaca pesan ini tapi karena kesibukan, saya belum sempat untuk merespon tawaran ini. Barulah setelah selang 7 bulan hehe, yaitu di Bulan Desember 2016 saya membalas pesan ini.

 

Yang pada akhirnya, Alhamdulillah, sekarang bukunya sudah jadi dengan judul “24 Purnama di Negeri Ginseng“. Sebenarnya pada awalnya saya kurang Pede ketika berencana untuk menulis buku karena memang saya belum pernah menulis buku sebelumnya. Saya juga bingung, mau buat buku ber-genre apa, tapi karena Mas dari Mizan tadi mendorong, ya saya tulis saja. Jadi buku saya ini genrenya apa sih?
Ahh.. baca sendiri saja ya hehehehe..

Sebelum buku ini saya kirimkan ke editor, saya sudah meminta istri saya, kemudian beberapa teman saya di Korea, bahkan rektor UTS lho (Universitas Teknologi Sumbawa) sudah baca bukunya, beliau juga ngasih pengantar di buku ini, beberapa dosen saya untuk membacanya dan memberikan testimoninya, dan responnya bagus makanya saya berani untuk memasukkan buku ini ke penerbit.

Singkatnya buku ini sebenarnya lebih mirip seperti gado-gado dimana isinya adalah berdasarkan fakta yakni pengalaman dari penulis sendiri. Di dalamnya mengandung beberapa unsur dari mulai tips untuk mendapatkan beasiswa dan diterima di kampus luar negeri, langkah-langkahnya bagaimana, motivasi-motivasi, bagaimana rasanya kuliah di Korea, suka dukanya, bahkan sampai menyangkut tentang hal-hal religius semacam bagaimana kami sebagai orang islam menjalani hidup kami di Korea, tentang makna hidup, bahkan yang tidak kalah seru, di sana ada romansanya, karena memang tak bisa dipungkiri, Allah mempertemukan jodoh saya di Korea. hehe.

Yang jelas, dari beberapa yang baca, bilangnya sih seru, seperti sedang berpetualang dan ikut merasakan bagaimana keseruan petualangan di Korea.

Inti dari tulisan kali ini adalah satu, yaitu “Menulislah maka kamu Ada“, yang ngomong ini bukan saya tapi Sokrates (filusuf Yunani). Apa yang dikatakan Sokrates itu memang benar, saat ini kita mengenal imam yang empat (Hanafi, Maliki, Syafie, Hambali) atau mungkin kita tahu Imam Nawawi, Ibn Hajar Al Askolani, Imam Ghozali dan sebagainya. Kita tahu mereka karena ada kitab-kita mereka, ada tulisan-tulisan mereka yang sampai saat ini abadi tidak tertelan zaman. Padahal pada zaman dahulu ulama-ulama sekaliber mereka itu tidak hanya mereka, tapi yang bisa survive terkenang sampai sekarang adalah mereka yang mempunyai kitab-kitab dan mempunyai murid yang rajin menuliskan pemikiran-pemikirannya.

Jadi hikmahnya, saya sebenarnya waktu itu belum ada rencana untuk menulis Buku, tapi karena saya sering nulis di Blog, eh ada orang yang membaca blog saya dan tertarik, kebetulan dia adalah editor dari peneribit, ya maka jadilah.

Jadi, yuk kita sama-sama berlatih menulis, sering-sering menulis, apalagi sekarang adalah era sosial media, dimana kita bisa menulis apapun dan dimanapun. Semoga tulisan-tulisan kita bisa bermanfaat bagi orang lain, dan bisa menjadi ladang amal jariah yang pahalanya tak putus walaupun kita sudah mati kelak.

Amiinnn..

Eh iya, yang mau beli Buku saya “24 Purnama di Negeri Ginseng” silahkan bisa isi form ini http://bit.ly/24PurnamaDiNegeriGinseng insyaAllah akhir minggu ini sudah bisa dikirim bukunya.

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur

Menjemput Sunrise dan Off-road adventure di Bribie Island Australia

Tulisan ini sebenarnya late post, tapi tak apalah, buat kenang-kenangan, dan siapa tau bisa nambah referensi jalan-jalan atau liburan di Brisbane bagi pembaca.

Akhir tahun lalu 2017, seperti halnya di negara lainnya, Australia punya libur panjang. Jadi mulai tanggal 23 Desember sampai nanti pertengahan Januari itu biasanya kampus-kampus masih Kosong, krn memang long Holiday dan mereka sekaliam ambil leave.

Di libur panjang akhir tahun 2017, saya diajak oleh Hawken Garage Community, yg dipimpin oleh Mas Andy (Beliau bekerja sebagai mechanic di sini dan tiap sabtu minggu buka bengkel di rumah). Nah kebetulan saya tinggal serumah dg mas Andy, jadi saya dijaka Off-road ke Bribie Island.

Ini adalah pengalaman Off-road pertama saya, ya walaupun hanya nebeng, alias bukan yang nyetir, ternyata asik juga hehe.

Agendanya waktu itu adalah brangkat pagi dari St Lucia agar bisa dapat sunrise di Bribie Island, kami brangkat dari St Lucia jam set 3 pagi, perkiraan sunrise jam 4:15. Sampailah jam 4 pagi kita di pantai Bribie dan menyaksikan sunrise di sana. Begini penampakannya.

Kalau mau lihat sunrise di Bribie Island versi videonya silahkan bisa dilihat di video berikut ini:

Kami ada 6 mobil semuanya, habis matahari terbit, kami semua melanjutkan keliling pantai, kalau di pantai sih enak karena jalanan cenderung padat karena kena air. Ini contoh jalan di pinggir laut/pantai.

 

Yang mengerikan itu ketika menuju pantai dan pulang dari pantai karena jalannya debu dan ternyata dalam.

Ada satu mobil dari romongan kami yang selalu tak bisa gerak karena memang kurang tinggi. Yah namanya juga orang Indonesia, tawakalnya tinggi hehe, harusnya memang untuk medan seperti ini ya harus bawa mobil yang memang khusus buat off-road. Begini contoh penampakan jalannya.

 

Ada beberapa tempat yang asikk dan indah salah satunya adalah danau Mermaid Lagoon, yaitu sebuah danau kecil ditengah gersangnya pantai di Pulau Bribie, silahkan bisa disaksikan di video berikut ini: (Keren deh!!!!)

Tadinya rencana kami brangkat jam setengah 3 pagi dan jam 12 siang sudah pulang, tapi ya tadi karena ada satu mobil yang tidak bisa jalan, dan akhirnya mas Andy dengan Subaru Foresternya harus berkali-kali narik mobil ini, dan medan yang begitu menantang akhirnya kamipun baru sampai rumah sekitar magrib jam setengah tujuh malam.

Kalau mau lihat bagaimana serunya off-road di sini, yuk simak video ini:

 

Keren kan!!!!..
Selamat menyaksikan yah..
Oke sampai di sini dulu, sampai jumpa di postingan berikutnya..

 

Salam dari Pinggir Kali Brisbane
Rischan Mafrur