Belajar dari Guru Sejati

BELAJAR DARI GURU SEJATI

Menjadi #guru bukanlah perkara mudah, guru dalam konteks umum ya, baik itu guru sekolah, madrasah, guru agama, bahkan dosen pun sejatinya adalah seorang guru.

Dalam falsafah #jawa guru sering diartikan “digugu lan ditiru”, “digugu” berarti segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa bisa dipercaya dan “ditiru” bermakma seorang guru harus menjadi suri tauladan (panutan).

Beruntung rasanya sabtu lalu di acara halal bi halal IISB saya bisa duduk cukup lama di samping beliau Bapak Iman Partoredjo (sesepuh di Queensland yang sudah sejak tahun 1965 tinggal di Australia). Saya benar-benar mendengarkan cerita beliau dan belajar dari beliau, seorang Guru sejati yang patut untuk digugu dan ditiru.

Beliau bercerita tentang lika-liku jalan hidupnya selama di #Brisbane #Australiayang kurang lebih sudah lebih dari 50 tahun berada di sini dari mulai mengajar di Monash University di #Melbourne sampai kemudian mengajar bahasa #Indonesia di #Brisbane pun dilakoni oleh beliau yang merupakan lulusan dari Exeter University Inggris ini.

Beliau adalah orang pertama yang secara resmi mengajarkan #bahasa#Indonesia di Queensland bahkan mungkin di Australia karena pada akhirnya buku beliau dan kurikulum yang beliau susun dijadikan sebagai modul untuk pengajaran bahasa Indonesia di seluruh sekolah-sekolah di Australia.

Salah satu yang membuat saya sedih adalah jawabannya atas pertanyaan saya mengenai apakah semakin kesini bahasa Indonesia semakin diminati di sini atau sebaliknya.

Kata beliau, dulu masyarakat Australia sangat antusias belajar bahasa Indonesia karena mereka tau #Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan negara tetangga, kemudian dulu Indonesia juga disebut-sebut akan menjadi macan #Asia . Sayang thn 98 Indonesia terkena krisis ditambah lagi ada konflik dg timor timur sehingga hubungan Australia dan Indonesia tdk sebaik sebelumnya. Hal tersebut jg sangat berdampak pada masa depan bahasa Indonesia di sini.

Tapi hal itu tidak memutuskan semangat Pak Iman utk tetap mengajarkan bahasa #Indonesia dan mencari jalan keluar agar semakin banyak masyarakat Australia yang mau belajar bahasa Indonesia.

Tidak hanya itu Pak Iman adalah generasi awal dan pendiri #IISB (Indonesian Islamic Society of Brisbane) dan sudah tidak menjadi rahasia lagi karena hampir seluruh masyarakat Indonesia di Brisbane tahu bagaimana pengorbanan beliau baik jiwa, raga, harta, dan waktunya demi tegaknya #islamdi sini dan demi Indonesia negara yang ia cintai.

“Walaupun saya sudah lama tinggal di sini tapi darah saya masih merah putih” kata beliau.

Entah kenapa tak sadar mata saya berkaca-kaca mendengar ucapan itu.

Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, perlindungan, dan keberkahan pada Pak Iman dan keluarga

Salam dari Brisbane
Rischan Mafrur

Advertisements

Halal bi Halal di Brisbane

Beberapa hari lalu saya di kontak oleh Pak Kiyai Wibisono, pimpinan dari jamaah NU di Brisbane, begini kurang lebih:

Pak yai: “Ris, sebtu ngisi acara halal bi halal ya” (Ris, sabtu mengisi acara halal bi halal ya – translated by keyboard)

Saya: “Mboten ah Pak Yai, kathah tiyang ingkang luwih pantes tinimbang kulo” (Jangan ah Pak Yai, lebih banyak yang lebih pantas dari pada saya – translated by keyboard)

Pak yai: “Wis tak omongne panitiane, oke yo” (Sudah saya bilang ke panitianya, fix kamu ya, translated by keyboard)

Saya: “Njih, menawi kersanipun panjenengan mekaten, insyaAllah kulo siap” (Baik, jika Pak yai menginginkan demikian, saya siap, translated by keyboard)

Dan tiba-tiba poster ini muncul.. 🙂

 

Seperti biasanya, saya sebenarnya sudah biasa diminta seperti ini. Ya namanya dulu juga 8 tahun tinggal jadi marbot masjid, siap jadi imam, khotib serep, dari bersihin WC masjid sampai jadi khotib jumat juga pernah. Hanya saja kadang saya merasa kurang pantas karena saya yakin masih banyak yang lebih baik dari diri ini. Tapi apa daya toh ini juga bagian dari dakwah, asal bisa meluruskan niat dan menyampaikan ilmu yang mungkin bisa bermanfaat, kenapa tidak?

Alhamdulillah acaranya berlangsung hari ini dan semuanya lancar dan ruame banget. Acara diselenggarakan di outdoor di IMCQ center. Bahkan panitia juga sampai nyewa playing ground buat anak-anak.

Ini salah satu penampakan saya waktu mengisi acara tadi: (Style seperti biasanya, peci hitam peci nasional, jas hitam, sarungan hehe 😀 )

 

Berikut ringkasan dari apa yang tadi saya sampaikan:

Halal bi Halal adalah tradisi warisan para pendakwah nusantara yang luar biasa.

Bagi kita yang pernah kenal dengan orang timur tengah atau belajar bahasa #arab tentu kita tau bawah kata halalbihalal tak akan pernah ada di kamus bahasa arab, halal ada, bi ada artinya “dengan” tapi kalau halal bi halal itu tidak ada dalam bahasa arab. Itu adalah murni warisan dari bangsa ini.

Ada beberapa versi tentang halal bi halal ini, yang pertama kabarnya diinisiasi oleh pangeran adipati mangkunegara I di surakarta jaman VOC. Saat itu pangeran menyerukan pd seluruh anggota kerajaan dan masyarakat utk #sungkeman . Makanya sampai skrng ada tradisi sungkeman dan konon ini tak lepas dr pengaruh dakwah #walisongo.

Yang kedua dikatakan bahwa #halalbihalal dicetuskan oleh KH Wahab Chasbullah yg mana pd saat itu karena kegalauan Pak Karno habis masa kemerdekaan. Banyak pemerontakan dan friksi2 di kalangan elit #politik.

Diusulkanlah oleh KH Wahab Chasbullah utk kumpul2 para elit politik utk saling memaafkan di momen syawal dg tujuan #rekonsiliasi dan #silaturahmi para elit.

Dari mulai tradisi #mudik kemudian #sungkem #salamsalaman semunya adalah ajaran #islam apa buktinya?

Mudik sebenarnya adalah pengingat bahwa fitrah kita manusia itu kembali. Kita bukan makhluq di bumi, kita makhluq #surga dan ingin kembali ke sana.

Lihatlah surah Al Isra ttg birul walidain, kita diperintah oleh Allah untuk merendahkan diri di depan org tua baik ucapan dan adab, Bukankah itu sungkeman?

Lihatlah surah Al Imran setelah pengigat taqwa bahwa kita diharamkan utk berpecah belah dan haram memutus tali silaturahmi.

Itulah ajaran2 #dakwah dari para #wali nusantara yg sangat menjunjung kearifan lokal yg membuat bumi nusantara berislam

Ingat kita smua adl #dai dan bukan #hakim . Dai itu mengajak bukan memvonis.

Harus utamakan #persatuan dan tunjukkan bahwa #islam itu #rahmat bagi SELURUH ALAM

 

Semoga tulisan ini bermanfaat..

Salam

Rischan Mafrur

Membandingkan Indonesia dengan Negara Lain – haruskah?

Di negara A, B, C itu begini begitu, beda sama di Indonesia…

Pernah dengar ucapan-ucapan seperti di atas? Ada sebagian orang yang setelah melancong/ bepergian ke #luarnegeri atau setelah selesai #kuliah di luar negeri dia sering membandingkan kondisi di luar negeri dengan di #Indonesia

Misalnya seperti ini, di #Australia itu semuanya rapi, tertata, indah, bersih, tidak semrawut seperti di #Indonesia . Di #Korea itu transportasi umum sangat canggih, tepat waktu, rapi, walaupun kota metropolitan seperti #Seoul tapi tetap ada nuansa tradisional Korea yang tidak hilang.

Di negera ini, itu begini begitu beda sama di Indonesia… blablabla dan sebagainya…

Kalau orang yang bilang seperti itu adalah mereka yang baru pertama kali melancong ke luar negeri sih tak apa, bisa dimaklumi, tapi kalau mereka adalah #mahasiswa yaitu orang #Indonesia yang #studi di luar negeri, itu sungguh tak bisa dimaklumi.

Yang dibutuhkan #Indonesia itu bukan keluh kesahmu, protesmu, tapi kontribusimu..

Saya sangat sedih kalau ada mahasiswa yang sudah kuliah jauh-jauh ke luar negeri tapi hasilnya setelah pulang ke #Indonesia hanya bisa membandingkan ini itu. Tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Tiap negara itu punya kondisi masing-masing yang itu harus dipahami, sebagai contoh, tak bisa kita membandingkan #Brisbane dengan #Jakarta, Brisbane kota terpadat no 3 di #Australia itu pendudukanya hanya 2jutaan sedangkan Jakarta itu lebih dari 10juta (5 kali lipat jumlah penduduk di Brisbane). Paham kan? tak bisa dibandingkan apple to apple.

Contoh lain, kalau di #Australia itu peraturan ditaati, semua teratur, tertata, hukum tegak. Yakin kalian mau seperti di #Aussie ? yangmana tiap mau bikin acara yang mengundang orang-orang harus ijin city council, mau motong pohon didepan rumah harus ijin city council, mau renovasi rumah harus ijin citi council?

Masyarakat Indonesia itu suka kumpul2, pengajian, tahlilan, dsb, yang mana pembangunan negaranya tentu harus dg pendekatan yang berbeda dg di sini yangmana masyarakatnya individualis.

Itu contoh saja ya hehe..
Hanya secuil curhat, karena ada yang seperti itu lhoo..

Ini repost dari postingan instagram saya.. maap jadi tulisannya kurang teratur dan banyak hashtag nya

Salam dari pinggir kali #Brisbane
Rischan Mafrur

Perbedaan kuliah di Korea dengan di Australia – Memilih Pembimbing

Di tulisan ini sayang ingin membahas khusus tentang Supervisor! untuk yang lain (seperti kondisi kampus, lingkungan, dsb) nanti ditulisan selanjutnya…

Saya sudah lama tidak posting di blog ini, apalagi posting mengenai perkuliahan dan aktifitas saya di Brisbane ini. Padahal saya saat ini sudah 9 bulan menjalani masa PhD hehe. Hari ini saya merasa suntuk dengan pekerjaan (riset) jadi buat ngilangin kesuntukan, saya mencoba untuk posting tulisan di blog ini. Semoga tulisan saya ini bermanfaat!

Intinya saya cukup beruntung karena diberi kesempatan oleh Allah bisa kuliah S1 di UIN Jogja, kemudian bisa menyelesaikan S2 di Chonnam National University, Korea dan sekarang sedang melanjutkan S3 di Data Science, The University of Queensland, Australia. Nah, saya menulis ini sebenarnya juga karena ada beberapa yang tanya ke saya mengenai plus minus kuliah di Korea dan di Australia. Tapi untuk postingan kali ini saya fokuskan lebih tentang superviosr. Tulisan ini nanti bisa buat gambaran buat teman-teman yang berencana untuk melanjutkan ke luar negeri. Hanya saja perlu diketahui bahwa ini hanya berlaku untuk case saya ya, hanya sebagai penambah referensi, tentu sama-sama di Australia tapi beda kampus, beda professor, tentu akan sangat berbeda, apalagi Australia begitu besar. Begitu juga di Korea, beda kampus, beda professor, tentu akan berbeda. Jadi intinya tulisan ini bisa buat nambah referensi tapi bukan untuk mengeneralisir.

Sejujurnya, walaupun jurusan saya S1 teknik informatika, S2 di computer engineering dan S3 di data science, sama-sama masuk di program “computer” tapi sebenarnya konsentrasi saya tidak begitu linear. Dulu waktu S1 semester awal saya sangat suka sekali dengan network security sampai-sampai saya bisa masuk ke semua server kampus #ups hehehe, kemudian di pertengahan semester suka sekali dengan AI khususnya computer vision dan melakukan penelitian dengan dosen dengan topik deteksi gampar porno dengan image processing dan machine learning. Eh di semester akhir saya sukanya main Android dan seputaran mobile computing. Setelah diterima S2 di korea, saya menjadi mahasiswa sekaligus peneliti di Advanced Network Lab di Chonnam dg fokus riset di bidang Ubiquitous computing dan diakhir-akhir tahun S2 lebih ke data mining yaitu modeling human behavior dari smartphone log. Baik S1 dan S2 saya memang terbiasa dengan implementasi atau lebih ke applied dan engineering, saya kurang tertarik dengan science dan novelty karena memang sejujurnya novelty di informatika berarti background matematika harus kuat sedangkan saya cukup kurang di matematika.

Lah dalah, kersaning Allah, saya memberanikan diri untuk ambil S3 di data science UQ (data and knowledge engineering)  dengan memilih supervisor yang masih muda (“Senior Lecturer” equivalent dg associate professor klo di USA) yang beliau lama berkarya di University of Pittsburgh, alasannya sih biar greget hehe. alhasil dari awal S3 ini sampai sekarang saya puyengnya bukan main hehehe. Nah jadi langsung saya buat point-point saja ya.. berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang biasanya saya dapatkan.

  • S2 dan S3 saya sama-sama by research jadi mungkin saya cukup bisa mengkomparasikan, tapi tetap saja tidak bisa digeneralisir. Professor/supervisor saya waktu S2 di Korea adalah professor senior, jadi klo proyek mah datang terus ke beliau, hanya saja karena sudah senior beliau kurang begitu butuh “kum” atau apa ya, intinya dari segi jabatan beliau sudah tak begitu butuh mahasiswanya untuk berjuang mati-matian submit publikasi. Tapi tetep saja harus publish karena untuk keberlangsungan lab nya (karena dari kampus/departement punya target bahwa lab harus punya publikasi minimal berapa tiap semester). Alasan lain professor senior pingin publish paper mungkin kalau beliau pingin jalan-jalan, bangun relasi, jadinya submit ke conference, dan kita juga akhirnya ikut jalan-jalan hehe.
  • Punya Professor SeniorPlus: Tekanan dari supervisor tidak begitu keras, budget biasanya banyak di lab dari grant-grant karena professor senior jelas sudah punya nama. Minus: Beliau biasanya kurang dalam hal membimbing kita karena kesibukan relasi, dan karena sudah senior dan dari sisi jabatan sudah diatas jadi motivasi untuk menjadikan anak-anaknya bisa submit di jurnal2 bereputasi kurang kuat karena mungkin beliau sudah tidak begitu butuh tapi kitalah yang butuh hehee.
  • Hal itu cukup berbeda dengan kondisi sekarang saya saat ini. Saya memang dengan sengaja memilih supervisor yang muda, sudah gitu background beliau dari pure computer science dan dari US, ya beginilah jadinya hehee, awal2 meeting langsung berurusan dengan equation hahaa. Dulu padahal pas di Korea sangat kental dengan budaya pali-pali nya (cepat-cekatan) dan workaholic nya, terus pingin ke Australia dengan ekspektasi mungkin akan lebih nyantai, eh tapi nyatanya hehehe.. ya beginilah. Nanti akan ada tulisan-tulisan saya tentang jerih payahnya saya memulai PhD di UQ ini. Dari mulai merasa diri ini adalah makhluk paling bodoh di dunia, sampai…….. ya begitulah. Persis 100 % di PhD comics haha.
  • Punya Supervisor yang masih mudaPlus: Jadi belajar banyak, benar-benar bisa membimbing dan mengarahkan, sangat memperhatikan details. Minus: Tekanan dari supervisor sangat keras, publikasi oriented di top tier conference dan jurnal karena ini juga untuk karir beliau, PhD terasa panas, dunia seakan-akan sangat kejam!!! hahaha, ekspektasi tinggi, mungkin juga kurang sabar karena beliau masih muda dan tidak seperti supervisor yang sudah senior yang rata-rata sudah sangat banyak membimbing mahasiswa yang berbeda-beda.
  • Kalau masalah Korea vs Australia, yang berasa berbeda adalah culture nya. Korea punya kultur yang cukup menghargai senior alias kultur senioritasnya masih cukup kental, jadi waktu saya S2 di sana yangmana supervisor saya adalah professor yang senior di kampus tentu ini ada nilai positif buat saya hehe. Sedangkan di Australia, jelas kulturnya adalah kultur barat. Wong manggil supervisor kita aja langsung nama tak ada embel2 nyebut professor. Kalau di Korea dulu saya manggir professor saya ya prof. Klo disini sekarang ya langsung sebut nama, mau beliau beda jauh umurnya sama kita tetap langsung panggil nama hehe. Kemudian di sini (Australia) juga tak ada kultur senioritas, jadi ya semuanya setara ketika berargument mau yang udah senior maupun tidak ya sama bahkan mahasiswa dan professor juga sama.

 

Nah begitulah, jadi bagi teman-teman yang mau ambil S2 by research atau mau ambil PhD, sekarang jadi punya referensi kan, apakah mau pilih supervisor yang sudah senior dengan jabatan yang sudah tinggi di kampus atau supervisor yang masih muda dan idealis hehe. Tapi tentu tulisan saya di atas tidak bisa untuk mengeneralisir, tentu semuanya tergantung pada supervisor masing-masing. Ada kok walaupun sudah senior tapi tetap ngejar-ngejar dan nge-push mahasiswanya, ada juga yang walaupun masih muda tapi style nya santai. Jadi begitulah, ada yang mau ditanyakan? silahkan tanyakan di kolom komentar.

 

Sampai ketemu ditulisan-tulisan saya berikutnya..

Salam dari Brisbane

Rischan Mafrur

Pendaftaran Beasiswa LPDP 2018

Pagi ini ketika buka HP, beberapa orang di Grub Whatsapp yang saya ikuti sudah mengeshare informasi mengenai pendaftaran beasiswa LPDP 2018. Saya coba buka linknya eh-timeout kemungkinan sih karena banyak yang akses. Tapi tadi sempat saya reload bisa dibuka di HP. Sekarang tidak bisa lagi.

Jadi bagi adek-adek yang sudah menanti informasi kapan pendaftaran beasiswa LPDP 2018 dibuka akhirnya datang juga. Bahkan saya sering sekali dapat email ataupun via sosial media atau di blog ini yang bertanya perihal tersebut. Oleh karena itu, saya post saja di sini. Berikut ada beberapa informasi penting yang tadi sudah saya screenshoot sebelumnya mengenai pendaftaran beasiswa LPDP 2018.

Berikut adalah informasi penting tersebut:

  1. Quota beasiswa LPDP 2018 adalah 4000, jadi hanya 4000 awardee yang diterima nantinya.
  2. Pendaftar di tahun 2018, dapat memulai perkuliahan tahun 2019 dan sudah tidak ada proses pindah kampus, jadi harus melanjutkan dikampus yang sudah dipilih pas pendaftaran.
  3. Ada schema baru yaitu co-funding (jadi model shared cost), sebagaian dibiayai LPDP sebagian biaya sendiri.
  4. Berikut adalah timeline pendaftaran beasiswa LPDP 2018 dalam negeri, luar negeri, dan disertasi terlampir
  5. Daftar kampus tujuan Luar Negeri untuk kampus regular semakin ketat: Daftar kampus tujuan Luar Negeri buka di sini dan daftar kampus tujuan dalam negeri lihat di sini.

 

 

 

 

 

Jadi yang perlu diingat bagi yang mau daftar beasiswa LPDP 2018 untuk dalam negeri, Senin tgl 7 Mei sudah dibuka pendaftarannya dan pendaftaran ditutup tanggal 8 Juni 2018. Bagi yang mau daftar beasiswa untuk luar negeri, pendaftaran dilakukan mulai 2 Juli 2018 – 21 September 2018.

Semangat ya..

Oya berikut ada beberapa tulisan saya mengenai pengalaman seleksi LPDP dan tips nya. Jadi bisa jadi bahan bacaan dan referensi.

Kumpulan tulisan-tulisan saya tentang beasiswa LPDP bisa dibuka di sini 

Bagi yang sukanya nonton Vlog, ini ada Vlog lengkap tentang Tips lolos beasiswa LPDP.  (Ini playlist isinya ada 7 videos)

 

Sukses ya..

Info official pengumuman pendaftaran beasiswa LPDP bisa dibuka di sini PENDAFTARAN LPDP 2018

Salam dari Pinggir kali Brisbane

Rischan Mafrur

Cara Mendaftar Universitas di Australia

Cara daftar kampus di Australia

Saya nulis ini karena kemaren ada email yang masuk dan selain itu juga baik di FB dan IG ada yang bertanya tentang langkah-langkah untuk mendaftar di kampus Australia.

Saya sebenarnya sudah menulis tulisan cukup lengkap tentang kuliah di Australia di sini . Tapi sepertinya beberapa informasi masih tersirat misal kemaren bertanya gimana sih cara enroll, terus ngurus visanya setelah enroll, syarat untuk enroll di kampus itu gmn, kapan bayar OSHC (Oversease Student Health Cover)/ Insurance dan sebagainya. Nah tulisan ini ingin menjawab pertanyaan tersebut sehingga nanti kalau ada yang tanya ke saya lagi tinggal kasih tulisan ini.

Baik, dalam tulisan ini, saya ingin membahasnya point to point dengan singkat dan jelas, jadi langkah-langkah mendaftar di kampus Australia adalah sebagai berikut:

    1. Bagi yang mau melanjutkan S2 by Courses itu cukup mudah karena kita tidak perlu mencari supervisor/advisor terlebih dahulu, bagi yang mau daftar S2 by research/ MPhil atau S3, step pertamanya adalah browsing supervisors dulu, nyari pembimbing riset yang cocok dengan penelitian/topik kita.
    2. Hampir semua kampus di Aussie sepertinya cukup enak dalam hal submit aplikasi, misalnya jika saya bandingan dengan di Korea, Jepang yang mana saya harus mengirim dokumen via post, dulu saya sempat apply juga di kampus saudi dan itu cukup enak karena semua online tapi application systemnya tidak sebagus di sini, yang paling enak pas kemarin apply UQ.
    3. Buka website kampus, dalam hal ini contohnya kampus saya, jadi buka website The University of Queensland UQ, tinggal saja apply as international student. Buat akun pakai email dan password. Di portal itu nanti kita bisa isi data diri, kualifiakasi pendidikan kita, dan informasi lainnya. Setelah itu tinggal apply deh, upload dokumen-dokumen yang diperlukan, semuanya bisa dibaca di guideline/ required documents.
    4. Catatan: di UQ untuk S2 ada application fee yaitu 100 AUD, sedang untuk S3 tidak ada application fee. Bagi kalian yang mau apply S2 kalian juga bisa datang ke pameran pendidikan, biasanya dipameran pendidikan mereka bisa ngasih application fee waiver, jadi kalian tak perlu bayar application fee.
    5. Bagi yang S3 biasanya di portal ada isian nama advisornya, atau bisa juga S3 tidak cari advisor dulu, nanti kampus yang nyariin.
    6. Setelah semua form diisi, semua dokumen lengkap, tinggal submit saja. Nah, nanti kampus akan menilai berkas aplikasi kita, waktu assessment nya tergantung ada yang cepet ada yang lama, tergantung sikon juga, tapi kita kasih waktu saja 4 weeks alias 4 minggu.
    7. Kalau semua persyaratan terpenuhi dan kualifikasi kita layak, maka kita nanti akan dapat offer letter atau istilahnya Unconditional Letter of Aceptance (LoA). Bagi yang masih ada kekurangan persyaratan misal skor IELTS kurang biasanya bisa dapat Conditional LoA, nanti akan jadi Unconditional jika syarat bahasanya sudah terpenuhi. (Contoh Unconditional LoA seperti di bawah ini)
    8. Sudah itu saja! Setelah kita dapat LoA, kita bisa cari scholarship. Ada beberapa scholarship yang mewajibkan pendaftarnya mempunyai Unconditional LoA seperti Endavour kalau tidak salah. Di sinilah kegunaan LoA, jadi LoA itu semacam dokumen yang menyatakan bahwa anda sudah diterima di kampus. Untuk beasiswa seperti LPDP tidak mempersyaratkan harus punya LoA kok, tapi biasanya klo udah punya lebih meyakinkan lah, gitu.
    9. Ketika kalian diterima beasiswanya, nanti dari scholarship provider akan menerbitkan letter of scholarship/letter of financial guarantee. Surat itulah nantinya yang kalian upload di portal pendaftaran tadi. Bagi yang mau kuliah dengan biaya sendiri, nanti bisa upload financial support statement dan bank statement punya orang tua. Setelah itu nanti pihak kampus akan menerbitkan CoE (Confirmation of Enrollment), dengan modal CoE inilah nanti kita bisa apply student visa. (Contoh CoE seperti di bawah ini)
    10. Setelah dapat CoE kita bisa apply visa, tapi masih ada yang harus diurus yaitu bayar OSHC, untuk yang dapat scholarship biasanya sudah langsung dibayarkan oleh pihak pemberi beasiswa jadi jangan khawatir, bagi yang mau biaya sendiri yang harus bayar sendiri, caranya tinggal kontak saja OSHC provider, atau langsung kontak pihak kampus untuk meminta tolong menguruskannya.
    11. Bila sudah ada CoE, pihak scholarship provider sudah membayar OSHC, maka kita bisa apply visa. Saya apply visa menggunakan jasa agen dan kurang dari 5 hari visa langsung terbit. Silahkan bisa baca detilnya di sini .
    12. Oya kalian juga bisa mengajukan defer maksimal 3 kai, jadi klo misal tadinya udah accept untuk offer commencement February (mulai kuliah February), kemudian mungkin karena dari scholarship provider belum mengijinkan berangkat atau ada satu lain hal, kalian bisa mengajukan defer/mengundurkan keberangkatan. Enak kan? tak perlu apply ulang lagi. Klo misal di Korea, ini tidak bisa, kita harus apply ulang dan kirim dokumen via post lagi.

Dan sebagai catatan, semua hal di atas, kita bisa menggunakan jasa agen. Gila!!! apa nggak gampang banget. Misal kita tinggal minta tolong agen, nyerahin transkrip S1 kita yang terlegalisir, IELTS, dan dokumen pendukung lainnya. Setelah itu udah tinggal nunggu Unconditional LoA aja dari agen. Habis itu appy scholarship, klo beruntung dapat scholarshipnya, habis itu serahin letter of sponsor ke agen beserta dokumen pendukung lainnya, udah tinggal terima jadi sampai ke pengurusan visa pun kita tinggal terima jadi.

Oya tapi kalau S3 dan harus nyari supervisor sepertinya lucu ya kalau pakai agen? hehe.

Tapi tentu kurang greget ketika semua dilakukan oleh agen hehe. Saya hampir tidak pernah mengurus apapun menggunakan agen, hanya satu itu yaitu mengurus visa kemaren, karena saya tidak punya credit card, jadi nanti report di payment nya. Akhirnya saya minta tolong agen heheh.

 

Okey mungkin ini saja ya, semoga bermanfaat, bagi yang mau apply sekarang sudah tidak bingung lagi kan?

Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur

Memperpanjang paspor di KJRI Sydney

Sebagai mahasiswa yang kuliah di Australia dan ditakdirkan tinggal di Brisbane, mau tidak mau kalau ingin memperpanjang paspor harus repot. Iya layanan konsulat Indonesia juga kadang ada di Brisbane tapi itu paling setahun sekali atau dua kali dan itu juga tidak tentu kapan!.

Januari 2018 saya sudah booking tiket buat mudik ke Indonesia tanggal 10 Maret, setelah tiket kebeli, eh baru nyadar kalau paspor saya mau expired. Paspor saya habis awal agustus 2018, sedangkan saya harus transit di Singapore yang mana sudah menjadi aturan umum usia paspor maximal 6 bulan sebelum habis untuk traveling ke beberapa negara. Oleh karena itu ada dua pilihan, mantep saja dengan segala resiko pakai paspor yang masa berlakunya kurang dari 6 bulan. Atau yang kedua, memperpanjang paspor di sini.

Oya, kalau pilih yang pertama, nantinya juga pasti harus perpanjang paspor di Indonesia. Karena setahu saya imigrasi Indonesia tidak akan mengijinkan orang Indo dengan paspor kurang dari 6  bulan pergi ke luar! sedangkan saya khawatir memperpanjang paspor di Indonesia harus antre datang dari jam 5 pagi. Jadi saya memilih pilihan ke dua, yaitu memperpanjang paspor di sini.

Karena saya tinggal di Brisbane, statenya adalah Queensland, satu-satunya cara untuk memperpanjang paspor adalah datang ke KJRI Sydney yaitu jelas lokasinya di Sydney. Mungkin ada yang berpikir, lha kan masih satu negara, toh juga masih Australia hehe. Australia itu tidak cuma negara bro, tapi benua! Mirip Indonesia deh, banyangin saja dari Brisbane ke Perth itu seperti dari Sabang ke Merauke. Kalau dihitung jaraknya Brisbane ke Perth itu sekitar 4ribuan km, sedang dari jakarta ke Incheon Korea itu 5 ribuan. Bisa dibayangkan kan?

Yah untungnya Sydney tidak sejauh Perth, tapi ya itu mau tidak mau, perpanjang paspor yang bayarnya hanya 47 AUD harus jadi mahal karena buat beli tiket pesawat PP dari Brisbane ke Sydney, belum lagi nanti akomodasi di Sydnenya bagaimana.

Nah, walaupun kondisinya seperti itu, tetap harus saya lakukan kalau saya mau jadi balik ke Indo hehe. Di tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman saya untuk memperpanjang paspor di KJRI Sydney. Bagi kawan-kawan semuanya yang tinggal di wilayah Queensland, New South Wales, dan South Australia, maka konselornya ada di KJRI Sydney. Beginilah langkah-langkah memperpanjang paspor di KJRI Sydney.

Baca petunjuk mekanisme perpanjangan paspor di website KJRI Sydney di https://www.kemlu.go.id/sydney/id/arsip/lembar-informasi/Pages/paspor-biasa-habis-masa-berlaku.aspx

Di situ disebutkan step pertama adalah registrasi online untuk perjanjian. Ini wajib, tanpa registrasi online walalupun anda sudah sampai KJRI Sydney, anda tidak akan dilayani. Beruntunglah waktu itu saya masih dapat, coba saja bayangkan tiket Maret, saya beli di Bulan januari. Pas mau coba registrasi online eh ternyata Januari sama awal February sudah penuh semua, tinggal akhir February, akhirnya saya milih tgl 26 February 2018.

Siapkan semua dokumen persyaratan sesuai dengan yang tertulis di website KJRI tersebut, download formulir habis masa berlaku di link yang tertera kemudian diisi, biar nanti di sana sudah siap semua dokumennya.

Beli amplop express, one day delivery, yang recommended untuk pengiriman dokumen penting. Kalau di kampus saya, harga amplop ini 17 AUD. Untuk apa amplop ini? nanti lihat selanjutnya.

Beli tiket PP (Pulang-Pergi), misal kalian tinggal di Brisbane ya beli tiket PP Brisbane Sydney, bisa kereta atau pesawat! mendingan peswat, saya kemaren PP dapat 130 AUD, itupun berangkat saya pas weekend jadi agak mahal, kalau pas beruntung bisa dapat PP 80 AUD.

Brangkat ke Sydney, alhamdulillahnya saya ada temen yang jadi Marbot di Masjid Iqra di Sydney. Jadi saya ke Sydney tidak hanya perpanjang paspor tapi juga sekalian silaturahim, dan bisa tinggal di masjid Iqra jadi tidak perlu biaya untuk nginep di Sydney. Saya berangkat ke Sydney sabtu sore, hari ahadnya jalan-jalan, senin pagi ke KJRI Sydney, dan selasa pagi pulang ke Brisbane.

Tips ketika mau ke KJRI Sydney. Harus diperhatikan bahwa pelayanan pengajuan berkas hanya dilayani jam 9 – 12, untuk pengambilan paspor jam setengah 3 sampai setengah 4. Ini harus diperhatikan jangan sampai sudah jauh-jauh ke Sydney eh telat. Nah, disini saya ada pengalaman! Saya berangkat jam 7 pagi dari Masjid Iqra menuju ke KJRI Sydney di 236-238 Maroubra Road, Maroubra, NSW. Saya ikut petunjuk dari Google Map saja, jadi saya jalan ke stasion kereta terdekat kemudian dari situ ke Central Station. Di Google Map di tunjukkan untuk turun di sini dan berjalan ke Bus stop Jalan Elisabeth atau apa ya saya agak lupa. Di situlah saya harus menunggu Bus yang menuju ke KJRI Sydney. Ternyata-eh ternyata, saya menunggu bus di situ hampir 1 jam lebih, saya sampai di bus stop itu jam 8, sampai jam 9 saya masih belum dapat Bus! kenapa? Karena penuh, semua bus penuh. Setelah saya tanya temen saya, ternyata saya salah. harusnya saya turun dan exit di Central station di poll nya Bus, jadi naiknya dari situ! Ini bisa buat pelajaran bagi teman-teman. Untungnya jam setengah 10 saya akhirnya dapat bus 393 dan butuh sekitar 30 menit sampai di KJRI Sydney. Alhamdulillah.

Pertama teman-teman harus ninggal KTP/SIM di gerbang agar diijinkan masuk dan nanti mendapatkan semacam kartu. Setelah itu ambil nomor antrean sesuai dengan keperluan teman-teman, dan tara submit deh berkasnya!.

Setelah nanti di check sama petugas, nanti kita harus bayar 47 AUD, pembayarannya langsung disitu tidak boleh cash, jadi saya pakai kartu debit Common Wealth bank, tinggal di tap aja.Nah, fungsi amplopnya di sini. Jangan lupa amplop tadi harus sudah ditulis alamat rumah anda ya!. Jadi bagi yang rumahnya jauh tentu tak mungkin kan dua kali bolak-balilk ke Sydney. Jadi, nanti paspornya akan dikirimkan menggunakan amplop tadi.

Setelah semuanya selesai, tinggal nunggu foto saja. Dan selesai, bisa pulang atau jalan-jalan ke Sydney.

Pas saya pulang nyampe rumah, eh di pintu sudah ada surat bahwa saya dapat paket dan bisa diambil besok pagi di kantor pos deket rumah! Ternyata paspor saya nyampai rumah duluan dibanding saya sendiri! hehehe.

Beginilah penampakan amplop yang berisi paspor saya, saya mengajukan hari Senin 26 Februari, kalau di paspor saya tertanda dibuat 26 February, jadi sehabis saya submit langsung di proses, dan langsung dipost oleh KJRI, pengiriman memakan waktu sehari (Selasa), rabu pagi jam 9 saya ambil di kantor pos dekat rumah.

Seperti itulah skema atau mekanisme perpanjangan paspor di KJRI Sydney.

Ini ada beberapa foto saya ketika di Sydney.

Semoga bermanfaat

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur