Publikasi Internasional

BELAJAR MENULIS | Sinau Nulis

September 2013 merupakan momen yang luar biasa karena saat itu saya mulai kuliah master di Chonnam National University, #Korea. Banyak hal yang saya dapatkan selama 2 tahun belajar di negeri #SNSD tersebut. Hal yang menurut saya paling penting yang saya dapatkan selain jalan-jalan di sana adalah BELAJAR MENULIS.

Saya termasuk tipikal orang yang tidak suka menulis, saya sukanya ngomong, ngobrol ngalor ngidul sambil ngopi di angkringan, istilah kerennya gemar berdiskusi memikirkan nasib bangsa dan negara serta umat pada umumnya. Di Korea saya dilatih untuk menulis yaitu menulis hasil penelitian kemudian mengirimkannya ke Journal untuk diterbitkan.

Di Departemen saya ada ketentuan dimana untuk mahasiswa asing yang mengambil PhD, syarat kelulusan minimal punya dua publikasi internasional sebagai first author yang ter-index SCI/SCIE (Science Citation Index/Expanded) bisa di googling, itu adalah indexing dari thomson routers. Kalau untuk master (S2) minimal punya satu publikasi internasional yang terindex SCOPUS, sebagai first author. * note: Itu syarat dari departmen ya, bukan dari Prof hehehe

Jujur, saya pas S1 dulu saya tidak tahu apa itu SCI/SCIE, Scopus, sciencedirect, Elsevier dan sebagainya. Pada akhirnya Agustus 2015 saya bisa lulus dan punya beberapa publikasi, yah walaupun masih kelas cengcereme..

Ada beberapa orang yang cukup memotivasi saya terkait publikasi internasional, mereka adalah Pak Ardiansyah Musa (senior di Lab saya). Pak Ardi mengajari saya bagaimana melihat journal yang terindex SCOPUS, ngasih tahu kualitas journal Q1, Q2, dsb di SCIMANGO JR, dan ngecheck journal yang terindex sebagai SCI/E journal. Pak Ardi juga mengajari cara melihat konferensi yang berkualitas agar terhindar dari predator-predator baik konferensi maupun journal.

Yang kedua adalah Syeikh Muhammad Hilmy Alfaruqi, ini adalah roomate saya tahun terakhir di Korea. Beliau ini beda bidang dengan saya, beliau di metalurgi. Kalau yang satu ini levelnya sudah beda karena Pak Hilmy ini adalah mahasiswa PhD dan termasuk sangat produktif dalam hal publikasi internasional, paper-papernya pun berhasil di publikasikan di journal2 yang ngeri. (Silahkan bisa di check di google scholar ybs). Pak Hilmy ini yang selalu bikin “iri” karena punya publikasi di journal-journal keren.

Dan tentu masih banyak teman-teman lain yang menginspirasi di sana, itu hanya dua contoh saja.

Anyway, pada akhirnya setelah saya pindah haluan di dunia kerja dan stop sekolah untuk hampir dua tahun. InsyaAllah dalam waktu dekat saya akan kembali lagi untuk BELAJAR MENULIS di tempat yang berbeda dengan kampus S2 saya. Semoga bisa lancar, barokah, dan manfaat.

Berikut jejak tulisan cengcereme saya selama #nguli di #Korea

*Oya, insyaAllah dalam waktu dekat, semoga bisa cepat, saya akan rilis buku mengenai pengalaman saya kuliah di Korea yang insyaAllah akan diterbitkan oleh Penerbit MIZAN. Di tunggu saja, semoga barokah.

Bogor, 02 Agustus 2017
Rischan Mafrur

 

Links:

  1. Google Scholar : https://scholar.google.co.kr/citations?user=2_Za2fYAAAAJ&hl=en&oi=ao
  2. Scopus : https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=56405625300
  3. Orcid : https://orcid.org/0000-0003-4424-3736
Advertisements

Alhamdulillah dapat $1.500 USD dengan cuma-cuma

Sesuai yang sudah aku tulis di tulisan sebelumnya yaitu profil Ustadz Waris Fakhruddin, aku selalu ingat perkatan Beliau agar selalu ingat bahwa Allah tak akan menelantarkan hambaNya, Allah akan selalu memberikan jalan kepada hambaNya yang berusaha untuk berjalan di JalanNya yaitu menuntut Ilmu dan Berdakwah membumikan Islam dimana saja berada.

Perkataan beliau yang belum lama itu ternyata terbukti.  Beliau Ustadz waris selalu meyakinkanku bahwa Rizki itu yang punya Allah, kenapa kita harus bingung, klo Uang yang kita punya itu kita gunakan untuk kebaikan untuk di jalan Allah pasti Allah akan langsung menggantinya. Dan inipun terbukti setelah aku nyampe di negeri orang ini tepatnya tanggal 10 September 10 hari aku nyampe disini, tiba-tiba ada yang ngontak dengan bahasa inggris. dia bilang dia habis mengunjungi blogku yaitu http://pornblockapps.blogspot.com/ . Blog ini adalah Blog yang aku gunakan untuk memposting riset ku 2 tahun yang lalu. Jadi dulu 2 tahun yang lalu aku dapat beasiswa/ dana penelitian dari DIKTI di kampus untuk melakukan riset yang sudah aku ajukan. Aku mengajukan topik mengenai deteksi gambar porno di mobile platform menggunakan image processing dan artificial intelligence.

Singkat cerita dia yang mengontakku sedang ingin mengimplementasikan itu di perusahaanya, dan dia juga sedang melakukan riset mengenai itu. Dia tanya bolehkah jika Database hasil training itu dia beli?. Nah akhirnya aku pikir-pikir dulu dan monggo lah daripada tidak bermanfaat pula toh inipun juga db hasil training, klo aku mau buat lagi juga bisa, Jadi klo yang dah tau konsep AI mesti paham lah bagaimana cara mbuat db ini hehe (dulu klo nggak salah aku pake berapa ya? lupa aku, pokoe banyak lah gambar nude yang aku pake untuk training dan testing). Tapi yang pasti lumayan lah $1.500 USD lebih gedhe dari dana penelitian yang diberikan oleh dikti hehe. :-D, lumayan buat jajan, ato paling nggak ini bener-bener mengganti uang yang aku gunakan untuk berangkat ke negeri orang ini :-D. #subhanallah bener-bener langsung diganti oleh Allah uang yang aku pakai untuk mencoba menggali Ilmu Allah di negeri orang ini.

Seperti itulah, satu pelajaran yang bisa aku petik dari kisah ini, yaitu Jangan pernah meragukan janji Allah, yakinlah pada Allah, karena Allahlah yang mengusai segala sesuatu. Dan jika kita mempunyai sesuatu yang menarik, tulislah siapa tau ada orang yang membaca dan tertarik pada apa yang kita lakukan.

Dapat $1.500 USD
Dapat $1.500 USD