Membandingkan Indonesia dengan Negara Lain – haruskah?

Di negara A, B, C itu begini begitu, beda sama di Indonesia…

Pernah dengar ucapan-ucapan seperti di atas? Ada sebagian orang yang setelah melancong/ bepergian ke #luarnegeri atau setelah selesai #kuliah di luar negeri dia sering membandingkan kondisi di luar negeri dengan di #Indonesia

Misalnya seperti ini, di #Australia itu semuanya rapi, tertata, indah, bersih, tidak semrawut seperti di #Indonesia . Di #Korea itu transportasi umum sangat canggih, tepat waktu, rapi, walaupun kota metropolitan seperti #Seoul tapi tetap ada nuansa tradisional Korea yang tidak hilang.

Di negera ini, itu begini begitu beda sama di Indonesia… blablabla dan sebagainya…

Kalau orang yang bilang seperti itu adalah mereka yang baru pertama kali melancong ke luar negeri sih tak apa, bisa dimaklumi, tapi kalau mereka adalah #mahasiswa yaitu orang #Indonesia yang #studi di luar negeri, itu sungguh tak bisa dimaklumi.

Yang dibutuhkan #Indonesia itu bukan keluh kesahmu, protesmu, tapi kontribusimu..

Saya sangat sedih kalau ada mahasiswa yang sudah kuliah jauh-jauh ke luar negeri tapi hasilnya setelah pulang ke #Indonesia hanya bisa membandingkan ini itu. Tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Tiap negara itu punya kondisi masing-masing yang itu harus dipahami, sebagai contoh, tak bisa kita membandingkan #Brisbane dengan #Jakarta, Brisbane kota terpadat no 3 di #Australia itu pendudukanya hanya 2jutaan sedangkan Jakarta itu lebih dari 10juta (5 kali lipat jumlah penduduk di Brisbane). Paham kan? tak bisa dibandingkan apple to apple.

Contoh lain, kalau di #Australia itu peraturan ditaati, semua teratur, tertata, hukum tegak. Yakin kalian mau seperti di #Aussie ? yangmana tiap mau bikin acara yang mengundang orang-orang harus ijin city council, mau motong pohon didepan rumah harus ijin city council, mau renovasi rumah harus ijin citi council?

Masyarakat Indonesia itu suka kumpul2, pengajian, tahlilan, dsb, yang mana pembangunan negaranya tentu harus dg pendekatan yang berbeda dg di sini yangmana masyarakatnya individualis.

Itu contoh saja ya hehe..
Hanya secuil curhat, karena ada yang seperti itu lhoo..

Ini repost dari postingan instagram saya.. maap jadi tulisannya kurang teratur dan banyak hashtag nya

Salam dari pinggir kali #Brisbane
Rischan Mafrur

Advertisements

24 Purnama di Negeri Ginseng

Tanggal 2 Mei 2016 ada pesan masuk ke Facebook saya, yaitu dari salah seorang editor di Penerbit Mizan Bandung.  Intinya adalah Mas nya ini sering baca Blog saya dan Twittan saya dan dia tertarik untuk membukukannya. Pada waktu itu sebenarnya saya sudah membaca pesan ini tapi karena kesibukan, saya belum sempat untuk merespon tawaran ini. Barulah setelah selang 7 bulan hehe, yaitu di Bulan Desember 2016 saya membalas pesan ini.

 

Yang pada akhirnya, Alhamdulillah, sekarang bukunya sudah jadi dengan judul “24 Purnama di Negeri Ginseng“. Sebenarnya pada awalnya saya kurang Pede ketika berencana untuk menulis buku karena memang saya belum pernah menulis buku sebelumnya. Saya juga bingung, mau buat buku ber-genre apa, tapi karena Mas dari Mizan tadi mendorong, ya saya tulis saja. Jadi buku saya ini genrenya apa sih?
Ahh.. baca sendiri saja ya hehehehe..

Sebelum buku ini saya kirimkan ke editor, saya sudah meminta istri saya, kemudian beberapa teman saya di Korea, bahkan rektor UTS lho (Universitas Teknologi Sumbawa) sudah baca bukunya, beliau juga ngasih pengantar di buku ini, beberapa dosen saya untuk membacanya dan memberikan testimoninya, dan responnya bagus makanya saya berani untuk memasukkan buku ini ke penerbit.

Singkatnya buku ini sebenarnya lebih mirip seperti gado-gado dimana isinya adalah berdasarkan fakta yakni pengalaman dari penulis sendiri. Di dalamnya mengandung beberapa unsur dari mulai tips untuk mendapatkan beasiswa dan diterima di kampus luar negeri, langkah-langkahnya bagaimana, motivasi-motivasi, bagaimana rasanya kuliah di Korea, suka dukanya, bahkan sampai menyangkut tentang hal-hal religius semacam bagaimana kami sebagai orang islam menjalani hidup kami di Korea, tentang makna hidup, bahkan yang tidak kalah seru, di sana ada romansanya, karena memang tak bisa dipungkiri, Allah mempertemukan jodoh saya di Korea. hehe.

Yang jelas, dari beberapa yang baca, bilangnya sih seru, seperti sedang berpetualang dan ikut merasakan bagaimana keseruan petualangan di Korea.

Inti dari tulisan kali ini adalah satu, yaitu “Menulislah maka kamu Ada“, yang ngomong ini bukan saya tapi Sokrates (filusuf Yunani). Apa yang dikatakan Sokrates itu memang benar, saat ini kita mengenal imam yang empat (Hanafi, Maliki, Syafie, Hambali) atau mungkin kita tahu Imam Nawawi, Ibn Hajar Al Askolani, Imam Ghozali dan sebagainya. Kita tahu mereka karena ada kitab-kita mereka, ada tulisan-tulisan mereka yang sampai saat ini abadi tidak tertelan zaman. Padahal pada zaman dahulu ulama-ulama sekaliber mereka itu tidak hanya mereka, tapi yang bisa survive terkenang sampai sekarang adalah mereka yang mempunyai kitab-kitab dan mempunyai murid yang rajin menuliskan pemikiran-pemikirannya.

Jadi hikmahnya, saya sebenarnya waktu itu belum ada rencana untuk menulis Buku, tapi karena saya sering nulis di Blog, eh ada orang yang membaca blog saya dan tertarik, kebetulan dia adalah editor dari peneribit, ya maka jadilah.

Jadi, yuk kita sama-sama berlatih menulis, sering-sering menulis, apalagi sekarang adalah era sosial media, dimana kita bisa menulis apapun dan dimanapun. Semoga tulisan-tulisan kita bisa bermanfaat bagi orang lain, dan bisa menjadi ladang amal jariah yang pahalanya tak putus walaupun kita sudah mati kelak.

Amiinnn..

Eh iya, yang mau beli Buku saya “24 Purnama di Negeri Ginseng” silahkan bisa isi form ini http://bit.ly/24PurnamaDiNegeriGinseng insyaAllah akhir minggu ini sudah bisa dikirim bukunya.

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur

Kumpulan informasi Beasiswa Luar Negeri

Berikut adalah daftar beberapa links informasi beasiswa, silahkan bisa dikunjungi: 

1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id )

2. LPDP Scholarship (http://www.lpdp.kemenkeu.go.id )

3. DIKTI Scholarship
Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/ )
Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/ )

4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en )

5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/generalscheme.html )

6. USA Government Scholarship http://www.aminef.or.id/index.php  http://www.iief.or.id

7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa )

8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349 )

9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx )

10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/mfa/abouttheministry/departments/pages/scholarships%20offered%20by%20the%20israeli%20government%20to.aspx )

11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/en/contenu/the-emile-boutmy-scholarship )

12. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx )

13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG )

14. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement )

15. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html )

16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/in/graduate-school-fellowship/paramadina-medco-fellowship-2013.html )

17. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/ )

18. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationalstudents/scholarshipsandgrants/all/uts/ )

19. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/ )

20. Chinese Government (http://www.csc.edu.cn/studyinchina/scholarshipen.aspx )

21. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html )

22. United Kingdom Government SCholarship (http://www.chevening.org/indonesia/ )

23. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizenship/scholarships/pso/requirements/ )

24. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com )

25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/ )

26. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php )

27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)

28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30 )

29. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/apply/graduate/scholarships/before-application )

30. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/ )

31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/ )

32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous?NavigationTarget=navurl://c28c70fde436815fcff1257ef5982a08 )

33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx )

34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/ )

35. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions )

36. Inpex Scholarship Foundation Japan. www.inpex-s.com

37. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html )

38. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/future_students/international/scholarships_and_awards/macquarie_university_international_scholarship)

39. Beasiswa Pemerintah New Zealand (https://www.mfat.govt.nz/en/aid-and-development/scholarships/)

Informasi Tambahan: 

Download buku DAFTAR BEASISWA LENGKAP  “Directori Beasiswa Pascasarjana” Terbitan UGM tahun 2014, silahkan yang butuh bisa didonwload di sini.

Pengalaman Kuliah di Korea (S2 di Korea) -> Kuliah di Korea

Pengalaman Kuliah di Australia (S3 di Australia) -> Kuliah di Australia

Pengalaman Seleksi LPDP:

  1. Page Khusus semua tentang LPDP.
  2. S3 ku mau kemana? 
  3. Akhirnya The University of Queensland, Australia adalah kampus S3 saya.
  4. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  5. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  6. Seleksi administrasi LPDP
  7. LGD dan Essay on the spot LPDP
  8. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP
  9. FAQ Beasiswa (Pertanyaan seputar beasiswa)

 

Playlist Video Beasiswa Kuliah di Korea

 

Playlist Video Kuliah di Australia

 

Playlist Video Pengalaman Seleksi LPDP

Publikasi Internasional

BELAJAR MENULIS | Sinau Nulis

September 2013 merupakan momen yang luar biasa karena saat itu saya mulai kuliah master di Chonnam National University, #Korea. Banyak hal yang saya dapatkan selama 2 tahun belajar di negeri #SNSD tersebut. Hal yang menurut saya paling penting yang saya dapatkan selain jalan-jalan di sana adalah BELAJAR MENULIS.

Saya termasuk tipikal orang yang tidak suka menulis, saya sukanya ngomong, ngobrol ngalor ngidul sambil ngopi di angkringan, istilah kerennya gemar berdiskusi memikirkan nasib bangsa dan negara serta umat pada umumnya. Di Korea saya dilatih untuk menulis yaitu menulis hasil penelitian kemudian mengirimkannya ke Journal untuk diterbitkan.

Di Departemen saya ada ketentuan dimana untuk mahasiswa asing yang mengambil PhD, syarat kelulusan minimal punya dua publikasi internasional sebagai first author yang ter-index SCI/SCIE (Science Citation Index/Expanded) bisa di googling, itu adalah indexing dari thomson routers. Kalau untuk master (S2) minimal punya satu publikasi internasional yang terindex SCOPUS, sebagai first author. * note: Itu syarat dari departmen ya, bukan dari Prof hehehe

Jujur, saya pas S1 dulu saya tidak tahu apa itu SCI/SCIE, Scopus, sciencedirect, Elsevier dan sebagainya. Pada akhirnya Agustus 2015 saya bisa lulus dan punya beberapa publikasi, yah walaupun masih kelas cengcereme..

Ada beberapa orang yang cukup memotivasi saya terkait publikasi internasional, mereka adalah Pak Ardiansyah Musa (senior di Lab saya). Pak Ardi mengajari saya bagaimana melihat journal yang terindex SCOPUS, ngasih tahu kualitas journal Q1, Q2, dsb di SCIMANGO JR, dan ngecheck journal yang terindex sebagai SCI/E journal. Pak Ardi juga mengajari cara melihat konferensi yang berkualitas agar terhindar dari predator-predator baik konferensi maupun journal.

Yang kedua adalah Syeikh Muhammad Hilmy Alfaruqi, ini adalah roomate saya tahun terakhir di Korea. Beliau ini beda bidang dengan saya, beliau di metalurgi. Kalau yang satu ini levelnya sudah beda karena Pak Hilmy ini adalah mahasiswa PhD dan termasuk sangat produktif dalam hal publikasi internasional, paper-papernya pun berhasil di publikasikan di journal2 yang ngeri. (Silahkan bisa di check di google scholar ybs). Pak Hilmy ini yang selalu bikin “iri” karena punya publikasi di journal-journal keren.

Dan tentu masih banyak teman-teman lain yang menginspirasi di sana, itu hanya dua contoh saja.

Anyway, pada akhirnya setelah saya pindah haluan di dunia kerja dan stop sekolah untuk hampir dua tahun. InsyaAllah dalam waktu dekat saya akan kembali lagi untuk BELAJAR MENULIS di tempat yang berbeda dengan kampus S2 saya. Semoga bisa lancar, barokah, dan manfaat.

Berikut jejak tulisan cengcereme saya selama #nguli di #Korea

*Oya, insyaAllah dalam waktu dekat, semoga bisa cepat, saya akan rilis buku mengenai pengalaman saya kuliah di Korea yang insyaAllah akan diterbitkan oleh Penerbit MIZAN. Di tunggu saja, semoga barokah.

Bogor, 02 Agustus 2017
Rischan Mafrur

 

Links:

  1. Google Scholar : https://scholar.google.co.kr/citations?user=2_Za2fYAAAAJ&hl=en&oi=ao
  2. Scopus : https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=56405625300
  3. Orcid : https://orcid.org/0000-0003-4424-3736

Lolos Wawancara LPDP

Seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya mengenai hasil dari seleksi administrasi LPDP. Ketika teman-teman sudah mendapatkan hasil dari seleksi administrasi LPDP dan dinyatakan lolos, maka teman-teman akan mendapatkan informasi berupa lokasi seleksi (ini dipilih teman-teman sendiri pas ngisi form pertama kali), kemudian jadwal verifikasi dokumen, WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSI, LGD, dan essay on the spot.

Tentu untuk verifikasi dokumen saya tidak akan membahasnya karena kalau memang teman-teman lolos seleksi administrasi dan semua dokumen yang diupload bisa di tunjukkan ketika verifikasi dokumen tentu tidak akan bermasalah. Tapi ketika saya sedang menunggu antrean verifikasi dokumen saya melihat ada beberapa orang yang harus bolak-balik karena dokumen tidak lengkap atau salah, misalnya surat pernyataan formatnya salah, dsb. Jadi silahkan benar-benar dibaca booklet LPDPnya.

Pengumuman tanggal 27 Juli dan kebetulan untuk Yogyakarta mendapatkan tanggal yang pertama yaitu tanggal 10-12 Agustus 2016. Jadi saya benar-benar kurang persiapan baik untuk wawancara, LGD, dan essay on the spot. Saya hanya pernah dengar untuk program LN, interviewnya, LGD, dan essay on the spotnya full bahasa inggris, tapi insyaAllah disini saya tidak ada masalah. Hanya saja setelah saya membaca beberapa pengalaman seleksi wawancara LPDP dari internet saya benar-benar melihat bahwa pertanyaan reviewersnya benar-benar random. Misal saya pernah membaca reviewer minta agar yang di interview menyanyikan lagu daerah, kemudian ditanya tentang visi-misi LPDP, nama mentri, UUD, pancasila, dan sebagainya.

Oleh karena itu, di minggu-minggu menunggu WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSI di sela-sela waktu saya membaca semua tentang LPDP, dari visi-misinya, orang-orangnya, kemudian juga ngulang pelajaran PPKN/PKN :). Disamping itu saya juga selalu membaca berita di thejakartapost dan juga detik. Seperti sebelumnya yang sudah saya sampaikan juga, dari informasi yang saya pelajari sepertinya intinya adalah jadilah diri sendiri.

Sesuai dengan jadwal yang saya dapatkan, tanggal 10 Agustus sore saya hanya datang untuk verifikasi dokumen, saya antre cukup lama, entah kenapa bisa molor, di jadwal jam 15:50 tapi saya dapatnya hampir jam 6 sore. Saya melihat ada beberapa orang yang bermasalah ketika verifikasi di depan sehingga mereka membutuhkan waktu yang cukup lama. Ketika nama saya dipanggil untuk verifikasi, kemudian saya tunjukkan semua dokumennya dan langsung ok, tidak sampai 5 menit sekitar 3 menitan. Alhamdulillah, verifikasi lancar.

Oya, jangan lupa ya formulir LPDP dan kartunya di cetak kemudian dibawa, sebenarnya informasi-informasi yang diberikan LPDP sangat jelas kok.

Hari ke dua, tanggal 11 Agustus 2016, saya mendapatkan jadwal wawancara alhamdulillah pagi jadi masih fresh. Saya mendapatkan jadwal jam 08:45 dan benar, kalau untuk interview pas banget waktunya sebelum jam itu saya sudah dipanggil untuk datang ke ruangan yang dipakai untuk wawancara, dan disitu masih ngantre sebentar.

Nah…. detik detik… deg-deg an pun terjadi….

Saya masuk, sebelumnya ada petugas yang meminta saya untuk mematikan HP sebelum masuk ruangan. Disitu ruangannya besar dan dibagi menjadi beberapa meja yang isinya ada 3 interviewer dan yang di interview duduk di depannya. Saya mendapatkan nomor meja 10.

Selamat pagi Bapak, Ibu, saya sambil menyalami interviewer.

Ibu yang ditengah, membuka pembicaraan. Baik, sebelum wawancara dimulai saya perkenalkan dulu, saya dari UI kemudian bapak sebelah kiri saya dari UGM, dan sebelah kanan saya dari UNY. (Ibunya menyebutkan semua nama, tapi saya lupa hehee 😀 tapi disitu beliau tidak menyebut siapa yang psikolog, siapa yang ahli dan sebagainya). Kemudian Ibu tadi bilang, nanti wawancaranya akan direkam, tidak keberatan kan?. Tentu saya jawab “Tidak bu”. Baik wawancara saya mulai.

Ibu tadi mengeklik tombol rekorder, kemudian Bapak yang samping Kiri langsung bertanya ke saya.

Mr. Rischan, did you study in Chonnam?

Yes Sir.

Do you have any publication?

Yes Sir, I have 7 international publications. 4 International Journals, 3 international conferences. 5 papers as the first author and 2 papers as the second author. All of them are indexed by Scopus.

Saya sambil ngasih segempok papers yang sudah saya print ke beliau.

From all of your publications, is there any SCI or SCIE papers?

Unfortunately, no Sir. The journals which indexed by Scopus are enough for a master degree but for PhD, they have to publish SCI/E paper if they want to graduate. As I know the journals which indexed by Scopus are not too bad.

Berikut adalah daftar dari publikasi ilmiah saya yang terindex oleh Scopus: Google scholars saya bisa diakses di sini

 

scopus_print

Yes, I know it. Thats good not bad. Sambil buka-buka paper saya, dan memberikan kode ke ibu sampingnya untuk ambil alih. Bapak ini terus membuka-buka paper saya dan menulis sesuatu di catatannya.

Ibu: Do you want to continue your study in SNU (Seoul National University)?

Hmm.. Ok, I want to explain this from first because I think this is very important. Actually, I’ve made a list which contains all professors in Korea who has similar research/activity with mine then I tried to rank them based on some keys which I defined before such as the number of international students, the quality of publication, what kind of their projects and etc. This is my list (saya menunjukan list lab-lab yang sudah saya searching sebelumnya). First, I choose SNU because this campus is the best one in Korea. I contacted Prof XX in SNU and then I was waiting for his reply. Until the deadline of LPDP form submission, he did not reply me yet. So, I was positive thinking then I decide to choose SNU as my purpose campus. One week after submission he replied me that he can’t accepted a PhD student anymore. He is only one professor in SNU who has research topic which I interested. So, based on this case, I really sure that the probability I can continue my study in SNU is very low.

Then I tried to contact one of Professor in Kyung Hee university. His research is very similar with my research. Then after our communication, he agreed to accept me as his PhD student. This is the letter statement from him. (kemudian saya memberikan statement letter dari Prof di Kyung Hee ke Ibunya). Jadi sebelum interview saya minta ke Prof untuk membuatkan saya letter statement karena memang kan saya belum punya LoA.

Ibu : is this campus on LPDP list?

Me : Absolutely, yes.

Ibu: Ok, your research proposal is about mining and analysing human behaviour, right? As I understand this research has been there for a long time ago. Is this research up to date?

Nah disini kita diskusi panjang lebar, saya lupa lengkapnya seperti apa, dan tentunya juga tidak penting untuk teman-teman karena ini menyangkut topik riset saya. Intinya disini saya benar-benar berusaha untuk meyakinkan bahwa riset saya itu keren. Jujur saja saya suka, karena ibunya terlihat tertarik dengan apa yang saya utarakan, bahkan beliau ngasih masukan-masukan. I am not sure, apakah beliau ini bidangnya sama dengan saya atau tidak hehee.

Habis itu giliran bapak yang dari UNY. Pertanyaannya sepertinya ngetest.

Could you explain to me what is computer science?

Me : jawab blabla bla..

Then what is data mining?

Me : jawab blablabla..

My last question from me, what is the biggest problem that you ever have and then how did you overcome?

Me : My bigest problem in my life is I was born in the society which does not care much about education. Kemudian saya jelaskan panjang lebar, seperti yang sudah saya tulis di essay sukses terbesar dalam hidupku

Then bapaknya mantuk mantuk, dan menyerahkan ke Ibu yang dari UI.

Bapak yang dari UGM: What kind of scholarship which you got previously?

Me: Research scholarship sir.

Hmm,, mantuk-mantuk, Whats your plan for your future?

Me: I have passions in teaching and research. I like study much, I always stay foolish for knowledge and besides of that I also like sharing, especially knowledge sharing. So, based on that I think the most suitable job for me is be a lecturer. I hope in the future I can be a lecturer who can inspire all my students.

Ibu yang dari UI: Wait.. wait, when you graduate from master degree? 2016?

Me : No, 2015.

Ibu: So, what did you do after graduate?

Me: After I graduated from master degree I work at one of multinational company which based in cape town, south africa but I work remotely from Indonesia.

Ibu: Why you work on that company? is there any relation with your research?

Me: (sebenarnya sudah saya tebak sih, kalau pertanyaan ini memang agak susah, kan pinginnya jadi dosen habis lulus malah kerja di perusahaan luar hehee). Disini saya jawab begini.

That was my plan. I want to work after I graduated from master degree for a while like one or two years. The reason is to get a new experience, to understand about working environment in multinational company. And the most interested thing is the key business of this company is open source. I like open source, I like to contribute to open source projects.

Ibu: OK, you said that you wanna be a lecturer, you have been in Korea for two years then you worked in foreign Company. Are you sure, did you know that the salary of the lecturer is low?

Me: saya sebenarnya sudah memprediksi akan mengarah ke sini. Saya hanya menjawab. Yes I know it.

Ibu: So, if you know that, why do you still want to be a lecturer? you have many experiences, you can work and get higher salary than being a lecturer?

Me: Hmm.. In my life, life is not about money. That’s my principle.

Ibu: Everyone says like that. But you never be a lecturer so you never feel it.

Me: I guess the best answer for this is silent. 😦 hehee. She’s correct, and I think thats like statement not a question. 🙂

Ibu: Oke. So, my last question, after graduating from Ph.D, could you explain what kind of your real contribution for Indonesia regarding your research topic.

Me: Ini pertanyaan paling susah. muter-muter pokoknya hehe. Jadi teman-teman bisa mempersiapkan dengan baik kalau ada pertanyaan seperti ini. Intinya beliau bilang. You will do research in the developed country with an advanced topic, so what kind of the real contributions that you will give to Indonesia. As we understand, now, we do not have those kind of industries. We are only a customers in smartphone industry.

Intinya terakhir saya bilang gini, Indonesia has many software developers, many programmers, how about computer scientist? that is why we always be a follower because the research environment in our country is weak compared with another country. If we have high quality and quantity of computer scientist, then we do research in this field I really sure we will not be a follower anymore.

Ibu: Oke, Thank you, this interview is finished, I’ll stop the recorder.

Habis itu Ibunya bilang dengan bahasa Indonesia. Baik sudah selesai ya, tinggal berdoa saja ya semoga bisa lolos.

Me: Baik, terimakasih bu pak, saya boleh meninggalkan kursi ini?

Ibu: Iya silahkan..

Kemudian saya menyalami interviewer dan pergi meninggalkan kursi.

Note: 

* Tentu isi interviewnya tidak saklek seperti diatas, saya menulis ini dengan keterbatasan ingatan saya. hehe, semoga bermanfaat.

Kesimpulannya bagi yang mau ke LN ya benar harus dipersiapkan, kalau based on this experience. semuanya FULL ENGLISH. 

Yang jelas, habis interview perasaan saya so-so karena memang disamping saya kurang persiapan, yang dipersiapkan malah tidak ada yang keluar, semuanya menanyakan mengenai riset saya yang saya malah tidak memprediksinya. Untung saja saya print semua papers saya. Dan yang jelas ada dua pertanyaan yang sudah saya bahas diatas yang menurut saya benar-benar susah. Jadi ya saya pasrah saja, berdoa minta yang terbaik pada Allah.

Dan tara….. Alhamdulillah, jam 4 sore tanggal 9 September 2016 saya dapat SMS dan email yang intinya saya lolos. Untuk test LGD dan Essay on the spot silahkan klik linknya ya.

lpdp_lolos_wawancara

Tips WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSI LPDP menurut saya ya:

  1. Tetap selalu jadi diri sendiri
  2. Katakan apa adanya, tidak usah ditutup tutupi apalagi berbohong, karena disitu juga ada psikolog yang mengamati bagaimana kita berbicara.
  3. Bagi yang mau S3 mungkin ini bisa jadi referensi, benar-benar harus dimatengin masalah proposal riset dan penelitian sebelumnya.
  4. Menurut saya, berdasarkan interview ini nilai positif yang ada di saya adalah publikasi. Oleh karena itu hampir semua pertanyaan mengenai riset dan publikasi saya, sedikit sekali yang menyinggung persoalan pribadi atau bahkan organisasi.
  5. Santai saja, tidak usah grogi, tetap jaga eye contact, diksi dan intonasi jelas, berbicara secara meyakinkan, mempertahankan argumen kita, dan tetap menjaga sopan santun.

Mungkin itu saja dulu ya, semoga bermanfaat buat teman-teman semuanya. Sukses selalu..

* – Update : Pada akhirnya saya melanjutkan S3 saya tidak di Korea, saya akhirnya memilih The University of Queensland, Australia sebagai kampus S3 saya.

Berikut tulisan-tulisan lainya mengenai seleksi LPDP saya:

  1. Page Khusus semua tentang LPDP.
  2. S3 ku mau kemana? 
  3. Akhirnya The University of Queensland, Australia adalah kampus S3 saya.
  4. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  5. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  6. Seleksi administrasi LPDP
  7. LGD dan Essay on the spot LPDP
  8. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP
  9. FAQ Beasiswa (Pertanyaan seputar beasiswa)

Mau mengundang kak Rischan jadi pembicara/pengisi acara? silahkan buka link ini.

LGD dan Essay on the spot LPDP

Setelah selesai wawancara, sorenya adalah jadwal Essay on the spot jam 13:50 dan LGD 14:40. Jadi ini seperti satu paket. Saya mendapatkan kelompok 15B. Ketika kelompok 15B dipanggil, saya meninggalkan ruangan dan menuju ke ruang essay dan disitu berkumpul teman-teman sekelompok yang nantinya menjadi satu ruangan ketika LGD.

Setelah masuk ruangan essay, kita akan diberi lembar jawaban dan soal. Ada dua soal dan diminta untuk menulis salah satu. Soalnya berbahasa Indonesia, tapi kita harus membuat essaynya berbahasa Inggris. Soal yang pertama yaitu mengenai Isu tax amnesty dan soal yang kedua mengenai isu konflik di tanjung balai yang bermula dari provokasi di sosial media.

Entah kenapa padahal saya lebih familier dengan istilah-istilah sosial media, tapi saya lebih memilih untuk menulis mengenai tax amnesty, karena jujur saja kalau isu yang agak ke agama nanti malah takut jadi sara. Sayangnya kalau saya harus nulis ulang essay tentang tax amnesty saya disini tentu jelas saya lupa karena saat itu waktu benar-benar mepet. Yang jelas bagi teman-teman yang pernah ikut IELTS writing tentu tidak akan mengalami kesulitan untuk penulisan essay ini.

LGD

Setelah waktu habis dan kita harus meninggalkan ruangan, kita langsung diminta untuk memasuki ruangan sebelahnya yaitu ruangan LGD. Yak tentu, diskusinya harus dengan bahasa inggris. Tiba-tiba ada seorang yang jago ngomong bahasa inggris membuka diskusi dan bersedia jadi moderator dan dia yang ngatur jalannya diskusi.

Intinya sih kalau saya, baik Essay dan LGD yang penting kita sering baca berita saja agar sedikit paham pengenai persoalan akhir-akhir ini yang terjadi di Indonesia.

Untuk topik LGD, kita mendapatkan topik vaksin palsu. Jadi kita diskusi mengenai topik ini.

Jadi, intinya slow saja, tips nya untuk essay on the spot dan LGD dari saya adalah:

  1. Baca berita akhir-akhir ini, bagi yang mau ke LN mending thejakartapost karena kan berbahasa inggris, jadi kita bisa tahu kosa kata di kasus-kasus yang lagi jadi tranding di Indonesia.
  2. Untuk essay on the spot, bagi yang belum pernah nulis essay dengan bahasa inggris tentu pasti kewalahan, jadi kuncinya ya latihan.
  3. Ketika diskusi di LGD, udah PD saja, misal ada teman yang bahasa inggrisnya capcus keren banget, slow saja, yang penting kita berusaha dengan sebaik-baiknya untuk mengutarakan pendapat kita dengan baik dan benar.

Saya kira cukup yah, semoga bermanfaat tulisan ini.

Berikut tulisan-tulisan lainya mengenai seleksi LPDP saya:

  1. Page Khusus semua tentang LPDP.
  2. S3 ku mau kemana? 
  3. Akhirnya The University of Queensland, Australia adalah kampus S3 saya.
  4. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  5. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  6. Seleksi administrasi LPDP
  7. LGD dan Essay on the spot LPDP
  8. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP
  9. FAQ Beasiswa (Pertanyaan seputar beasiswa)

Mau mengundang kak Rischan jadi pembicara/pengisi acara? silahkan buka link ini.

Seleksi Administrasi LPDP

Alhamdulillah BUKU saya “24 Purnama di Negeri Ginseng” Terbit juga!!

Bagi yang mau kuliah di Korea dengan Beasiswa saya sarankan untuk membeli buku ini, karena dalam buku ini saya jelaskan bagaimana perjuangan seorang pencari beasiswa hingga akhirnya mendapatkannya, kemudian suka dan duka jadi mahasiswa di Korea itu seperti apa. Siap-siap berpetualag dan terbakar semangatnya kalau baca buku ini. Yuk langsung saja, bagi yang mau beli bisa pesan di sini http://bit.ly/24PurnamaDiNegeriGinseng (lokasi buku ada di Bogor), maksimal tgl 17 February 2018 buku sudah dikirim.

24 Purnama di negeri Ginseng - Rischan Mafrur

Awal bulan Juli 2016, terjadi diskusi dengan mertua saya tentang S3 saya mau kemana yang sudah saya tulis disini . Akhirnya setelah diskusi dengan istri, orang tua saya, saya putuskan untuk mencoba mendaftar LPDP hehee. Jujur saja, sebenarnya saya ketika mau memilih LPDP benar-benar berpikir secara matang. Saya sadar, kalau beasiswa ini itu dari uang rakyat, dan ini bukan diberikan secara cuma-cuma, melainkan seperti pinjaman yang nantinya harus dikembalikan ke Indonesia dengan bentuk kontribusi setelah selesai studi. Maka dari itu, karena ini duit rakyat tentu saya harus benar-benar meluruskan niat, dan berniat untuk tidak main-main.

Kemudian bismillah mantap memilih LPDP, saya coba googling tentang jadwal LPDP. Berikut jadwal LPDP untuk tahun 2016.

screen-shot-2016-09-15-at-6-13-54-am

Nah, waduh, ternyata pada saat itu periode III pun sudah sangat mepet dan masalahnya saya belum test TOEFL, toefl saya sudah expired, karena terakhir tes kan tahun 2013 sebelum berangkat ke Korea. Akhirnya saya coba download Booklet LPDP, jadi silahkan bagi teman-teman untuk mendownload buku Panduan LPDP di link ini. Setelah baca buku panduan tersebut saya baru tahu kalau untuk lulusan Luar Negeri yang memakai bahasa inggris bisa langsung mendaftar LPDP tanpa melampirkan sertifikat TOEFL asal sebelum 2 tahun terhitung sejak lulus.

Wah jadi langsung semangat saya, hehee. Akhirnya tanggal 9 Juli saya mendaftar akun LPDP dan mulai mengisi isian LPDP. Ternyata setelah login banyak banget yang harus diisi. Tips dari saya buat teman-teman yaitu jangan mencontoh saya ya, persiapkan baik-baik daftarnya jangan terlalu mendadak :).

Saat itu saya juga deg-deg an karena walaupun dulu saya cukup aktif di kampus kemudian punya banyak piagam dan sertifikat tapi saya tidak bisa membuktikannya karena saya kehilangan semua sertifikat itu dulu pas habis ngurus visa di jakarta tahun 2013. Tapi ya bismillah saja.

Isian di LPDP banyak, dari mulai data diri, data keluarga, data sekolah, data organisasi, publikasi dan karya ilmiah, proposal riset bagi yang daftar S3, dan study plan bagi yang daftar S2, semuanya harus di isi lengkap yah. Oh iya harus buat essay juga essay kontribusiku untuk indonesia dan essay sukses terbesar dalam hidupku. Saya juga sudah menulis untuk tips-tips menulis essay baik essay kontribusiku untuk indonesia dan sukese terbesar dalam hidup. Silahkan bisa di klik linknya.

Dokumen-dokumen yang harus di persiapkan:

  1. Proposal penelitian bagi yang mau lanjut S3 dan study plan bagi yang mau lanjut S2.
  2. Ijazah dan transkrip nilai dari pendidikan terakhir. Karena saya mau daftar S3 jadi yang saya upload ijazah dan transkrip S2 saya.
  3. Sertifikat bahasa Asing, untuk kasus saya karena saya tidak punya sertifikat yang paling baru, dan saya memang bisa mendaftar tanpa sertifikat bahasa asing karena sebelumnya S2 saya di LN. Tapi tetap saja di form upload untuk sertifikat bahasa asing (TOEFL atau IELTS) harus di isi. Jadi saya upload ijazah S2 saya (kalau kita baca dengan cermat di buku panduan LPDP ada keterangan sertifikat bahasa asing bisa diganti dengan ijazah bahasa inggris).
  4. Surat Pernyataan sesuai dengan format LPDP, silahkan formatnya dilihat di buku panduan LPDP, ditanda tangani diatas materai.
  5. Surat Ijin Belajar sesuai format LPDP (bagi yang sedang bekerja).
  6. Surat Rekomendasi sesuai format LPDP. Untuk surat rekomendasi ini carilah dosen atau tokoh masyarakat yang benar-benar kenal baik dengan kita. Saya minta rekomendasi dari Pak Agus Mulyanto, M.Kom, beliau dulu menjabat kaprodi Informatik UIN Sunan Kalijaga saat saya masih aktif di organisasi. Jadi beliau tau betul dengan saya, karena saya juga sering berinteraksi dengan beliau.
  7. LOA Conditional / Unconditional yang masih berlaku, bagi yang memiliki LoA diluar Perguruan Tinggi daftar LPDP tidak diperbolehkan mengunggah/upload. Nah untuk LoA saya juga tidak punya hahaha. jadi tidak ada yang saya upload. JADI INTINYA LOA TIDAK WAJIB ADA. Tapi itu bisa menjadi nilai plus bagi yang sudah punya.
  8. Kartu Tanda Penduduk (KTP), ini pas verifikasi dokumen benar-benar jangan sampai ketinggalan ya, kalau ada apa-apa dengan KTP misal hilang dsb harus minta surat pengantar dari capil.
  9. Surat keterangan sehat dan bebas narkoba (maksimal 3 hari selesai), kalau yang mau ke LN harus ada surat keterangan bebas TBC. Semuanya harus dari RS Pemerintah.

Semua dokumen tersebut di scan satu satu kemudian di upload di isian web LPDP. Dokumen-dokumen diatas harus di bawa versi aslinya ketika verifikasi dokumen. Jadi yang diverifikasi hanyalah dokumen-dokumen diatas tidak semua sertifikat (tapi bisa jadi sertifikat bisa di tanyakan oleh interviewer saat wawancara).

Oya untuk masalah LoA, saya belum punya LoA pada saat itu dan baru mulai mencari Professor dengan mengkontak professor satu-satu. Saat saya submit saya sedang menunggu jawaban dari salah satu Professor di SNU (Professor di graph mining), Labnya bagus tapi tidak begitu linier dengan apa yang saya kerjakan di S2. Jadi pada saat itu karena belum dapat jawaban dari SNU (Seoul National University), saya memutuskan untuk menulis SNU di pilihan kampus di form LPDP. Eh ternyata dapat balasan selang beberapa hari setelah saya submit kalau Profnya bilang kalau di Labnya tidak ada riset yang cocok buat saya setelah liat publikasi S2 saya, kata beliau. Jadi seperti itu kawan ketika milih kampus buat S3 hehee.

Setelah semua isian sudah terisi, dan silahkan bisa di check sekali atau dua kali atau berkali-kali apakah semua isian sudah diisi dengan baik. Kalau sudah mantap tinggal submit.

Nah, tinggal nunggu pengumuman untuk seleksi administrasi. Tepat tanggal 27 Juli, pada hari itu saya sering buka-buka email tapi dari pagi belum ada pengumumannya, baru jam 10an malam ada pengumumannya kalau saya lolos seleksi administrasi. (Pengumuman di email dan di SMS juga). Setelah itu kita bisa check di web, dan bisa lihat jadwal untuk wawancara LPDP, essay on the spot, dan LGD LPDP.

lpdp_lolos_administrasi

Tips dari saya:

  1. Tulis apa adanya jangan sampai ada pemalsuan data, karena itu akan berakibat fatal
  2. Jangan melakukan pengisian secara mendadak (seperti saya), persiapkanlah jauh-jauh hari kemudian baca berulang lagi ketika selang beberapa hari. Dokumen yang harus di submit juga surat sehat bebas narkoba dan TBC tentu tidak bisa mendadak. Selain itu juga kita harus buat proposal penelitian atau study plan bagi yang mau lanjut S2 belum lagi essay sukses terbesar dalam hidupku dan essay kontribusiku untuk indonesia, tentu semua itu akan sangat susah jika dilakukan mendadak. Hehee. Tapi kalau tipikal teman-teman kayak saya yang deadliner ya silahkan, resiko tanggung penumpang hehe.
  3. Baca Buku Panduan LPDP dengan cermat, semua informasi mengenai pengisian dan lain-lain ada disana.
  4. Untuk essay, proposal penelitian atau studi plan di tulis dengan baik yak disamping isi/kontennya bagus, bahasanya juga sesuai EYD.
  5. LoA tidak harus tapi kalau sudah ada LoA jelas itu lebih baik.

Berikut tulisan-tulisan lainya mengenai seleksi LPDP saya:

  1. Page Khusus semua tentang LPDP.
  2. S3 ku mau kemana? 
  3. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  4. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  5. Seleksi administrasi LPDP
  6. LGD dan Essay on the spot LPDP
  7. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP
  8. FAQ Beasiswa (Pertanyaan seputar beasiswa)

Mau mengundang kak Rischan jadi pembicara/pengisi acara? silahkan buka link ini.