Mati

Kematian adalah niscaya dan kebanyakan dari manusia mereka lebih suka menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak pasti seperti pekerjaan mereka, usaha mereka mencari uang, pendidikan mereka. Mereka tak tau pasti seperti apa nasib rejeki mereka kedepan, sekolah mereka, semuanya tak pasti. Tapi kebanyakan dari kita malah lupa dengan hal yang pasti akan terjadi, dan semua orang yakin itu akan terjadi pada dirinya pula yakni kematian.

Kematian pasti terjadi, tak pandang usia, tak pandang kondisi ekonomi, tak pandang jabatan, kalau Tuhan berkehendak untuk mematikannya pasti mati saat itu juga. Aku jadi paham kenapa Rosulullah SAW pernah bersabda yang intinya adalah orang yang yang paling cerdas adalah orang yang sering mengingat mati. Aku jadi berpikir, ya pasti orang yang cerdaslah yang benar-benar mau mempersiapakn untuk sesuatu hal yang pasti akan terjadi pada dirinya yakni kematian.

Coba lihat gambar sayur diatas, layu, mati, disampingnya rumput yang tumbuh tapi tak tahu bisa bertahan sampai kapan. Orang yang terlalu berbangga diri dengan jabatannya, dia juga akan mati. Terlalu sibuk mengumpulkan pundi-pundi uang sampai tak ingat waktu, tetap saja akhirnya akan mati. Tak ada orang yang bisa terbebas dari kematian.

Saya mengkhususkan satu halaman sendiri untuk pembahasan ini, MATI. Blog ini pun judulnya Selembar Kerta Kehidupan. Mungkin ada yang bertanya kenapa tidak berlembar-lembar? kenapa hanya selembar? Karena menurutku hidup ini sangat singkat maka satu lembarpun akan cukup! yang dimulai dengan header dan diakhiri dengan footer. Header ketika kita dilahirkan, dan footer ketika kita diambil oleh yang menciptakan kita.

lembar-kertas

Di halaman ini aku hanya ingin menulis, sebagai jejak kalau aku pernah ada di dunia ini. Entah perasaan itu darimana tapi sampai saat ini pun aku masih sering mendapati perasaan itu. Aku merasa bahwa usiaku tak akan bertahan lama, sampai usia 40 tahun saja entah bisa apa tidak. Tentu yang bisa membuktikan perasaanku ini hanyalah waktu. Dan entah ketika nanti di usia 40 tahun, entah aku masih ada di dunia ini atau tidak, aku juga tak tahu tulisan ini masih ada disini atau tidak.

Mungkin itu juga salah satu alasannya, kenapa domain web saya ini di WordPress, tidak menggunakan server sendiri atau domain rischan.com atau apalah (personal domain). Karena ketika saya membeli server atau domain itu ada batas waktu, dan ketika kontrak habis maka tamatlah sudah. Berbeda dengan saya menaruh tulisan saya ini di WordPress ini, kalau andaikata besok hari saya mati, ya selama WordPress ini masih eksis maka tulisan ini pun masih akan tetap ada.

Jelas, dan itu pasti, sudah aku katakan diatas, hanya waktu yang bisa menjawab perasaanku, aku tak ingin berdoa apa-apa mengenai kematianku, biarlah Allah yang menentukannya, aku hanya ingin kematianku khusnul khotimah dan dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang bertaqwa. Oleh karena itu aku akan mempersiapkannya karena Ia akan datang tanpa memberi kabar!!!

Rischan Mafrur,
Bogor, 17 April 2017

Advertisements