Sembilan Tahun NgeBlog

Hari ini adalah hari yang cukup spesial karena mendapatkan notifikasi dari WordPress “Happy Anniversary with WordPress.com!”. Sebenarnya notifikasi-notifikasi seperti itu banyak sekali yang masuk ke email dari berbagai aplikasi yang saya pakai dan selalu saya hiraukan. Tapi untuk kali ini saya rasa cukup berbeda! WordPress bilang dalam notifikasinya, udah 9 tahun lhoo kamu pakai blog ini?

Seriously?

Sempet shock sih, ternyata sudah 9 tahun usia Blog ini. Alasan lainnya juga yang membuat saya akhirnya untuk menulis postingan ini adalah hanya pada Blog ini saya setia, yang mana dari lahir sampai sekarang saya masih memakai blog ini. Dulu pernah punya Friendster terus mati, akun email dulu pakai Yahoo terus ganti Gmail dan di Gmailpun gonta-ganti, begitu juga dengan akun-akun lain bahkan nomor HP juga sering gonta-ganti. Hanya blog WordPress ini yang tidak pernah gonta-ganti, bahkan sudah banyak teman yang menyarankan, ngapain sih tidak di upgrade jadi domainnya dot com, nanti kan juga bisa di monetize, pasang iklan dan dapat duit. Entah kenapa, sampai sekarang saya tidak ada rencana untuk melakukannya, sudah terlanjur cinta dengan rischan.wordpress.com , tak perlu lah ganti domain. Karena memang tujuan utama semua tulisan-tulisan di Blog ini semoga bisa menjadi amal jariah saya. Dan andaikata saya mati besok pagi, selama WordPress masih ada maka tulisan di blog ini juga akan tetap ada, beda kasus kalau di upgrade domain ke dot com. Kalau saya mati, pasti situsnya ikut mati, karena tidak ada yang membayar tagihan kedepannya hehee.

Sembilan tahun itu bukanlah waktu yang sedikit, saya mencoba-coba untuk me-recall memory, kapan sih saya buat akun wordpress ini. Yah, waktu itu, 9 Maret 2009, dimana pada tahun itu saya tidak melanjutkan kuliah. Saya lulus SMA 2008, kemudian memutuskan untuk bekerja agar punya duit buat kuliah. Di tanggal itu saya sedang bekerja di AndraComp, Temanggung (Toko/Service/Instalasi) komputer dan jaringan dan biasanya ketika sepi dan tidak ada kerjaan, saya habiskan waktu kosong untuk menulis beberapa tulisan di Blog ini.

Ingatan saya itu sepertinya benar! Setelah mencoba ‘tracking’ dan ‘riset’ di beberapa tulisan terlama di Blog ini hehehe.

Blog ini benar-benar gado-gado dan tulisan-tulisan lama di blog ini mencerminkan diri saya di saat state itu. Awal mula adanya blog ini, mayoritas tulisan saya adalah mengenai hardware, review GPU, spec komputer dan sebagainya, di samping itu juga tentang tips-trik mempercantik Blog. Karena pada saat itu saya memang lagi gandrung dengan HTML dan javascript. Itu terbukti dengan seringnya saya datang dan berguru kepada kakak kelas saya, namanya Heru Riadyawan, yang dia punya blog yang keren banget.

Review hardware, tips blogging dan ngeblog, kemudian berubah tema menjadi blog romansa, karena dikala S1 banyak tulisan-tulisan di blog ini tentang cinta (yah mungkin memang fase saya saat itu ya?) hahaha.

Dan pada akhirnya, untuk saat ini mayoritas viewers di Blog ini adalah para pencari beasiswa khususnya ke Korea. Tulisan saya tentang itu tidak pernah sepi setiap hari, di tambah sekarang saya juga punya tulisan tentang seleksi LPDP, jadi tambah rame saja blog ini dikunjungi oleh orang-orang yang tertarik melanjutkan kuliah dengan beasiswa.

Begitulah perjalanan panjang Blog ini, lahir 9 Maret 2018, hari ini tepat usianya 9 tahun. Ada hal yang sangat penting yang ingin saya sampaikan di tulisan ini, yakni manusia itu berproses. Bagi teman-teman yang kepo, pasti akan bingung, blog ini sudah 9 tahun tapi tulisannya sangat sedikit. Ya jawabannya adalah saya jarang nulis, itu bisa saja benar bisa salah. Setelah saya check, ternyata banyak sekali tulisan-tulisan saya yang tadinya terpublished saya jadikan draft lagi. Saya tidak menghapus satupun tulisan lama saya, karena dari situ akan ketahuan proses kedewasaan hidup saya, jadi sayang kalau dihapus. Disisi lain, saya malu kalau tidak disembunyikan tulisan-tulisan tersebut hahah!.

Mau lihat postingan pertama saya di blog ini seperti apa?

Itulah tulisan pertama saya di tanggal 9 Maret 2009, ada dua tulisan yaitu tutorial membuat Blog di WordPress dan tutorial membuat Blog di Blogger/Blogspot. Coba lihat itu screenshootnya Blogger masih primitive gitu hehe. Kemudian alasan yang bikin saya malu adalah tulisannya, itu saya saja tidak paham apalagi orang lain yah?

Nah itulah state manusia, kita tidak bisa menilai manusia karena kita tak tahu kondisi yang sedang dialaminnya, karena kita tidak tahu state dia. Kita semua hidup di dunia ini sedang berlari di lintasan masing-masing, dan lintasannya pun berbeda-beda. Seringkali mungkin kita tertawa melihat tulisan alay di Facebook, eh taunya dia memang masih anak-anak. Lha saya saja mencoba lihat update-an status tahun 2009 di Facebook juga ketawa sendiri. Nah itulah, begitulah manusia, manusia itu berubah dan semuanya butuh proses.

Maka jangan kaget jika di sosial media banyak sekali menemukan tulisan-tulisan yang mungkin lucu, menyedihkan, atau memprihatinkan, karena state manusia itu berbeda beda, dan memang keragaman itu Allah ciptakan agar hidup kita di dunia ini makin seru hehe.

Selain itu, hal yang menurut saya penting adalah latihan menulis. Saya sudah mencoba untuk menulis sejak 9 tahun lalu, walaupun tulisan saya acang-kadut tidak karuan seperti di atas. Tapi sekali lagi, semuanya berproses! Sampai sekarang-pun saya merasa menulis itu benar-benar susah! Entah itu menulis postingan di blog, menulis paper/journal, apalagi menulis buku. Sampai sekarang-pun saya masih berusaha untuk bisa lebih baik dan lebih baik.

Yang pasti suatu saat, kita akan tertawa ketika melihat tulisan-tulisan lama kita, dan disitulah ada nilai kebahagiaan tersendiri. Disamping hal itu merupakan kelucuan tapi kitapun jadi ingat, momen saat kita menulis tulisan tersebut. hehe.

Ayoo menulis!!..

Salam dari Pinggir Kali Brisbane

Rischan Mafrur

Advertisements

Fiqih Media Sosial

Hari ahad pagi tanggal 26 November 2017 kemarin saya diminta untuk mengisi kajian kuliah subuh di Kantor IMCQ di Loganlea, Brisbane. Tema kajiannya adalah tentang Fiqih Media Sosial.

Kita manusia jaman now memang tak kan mungkin bisa terlepas dari media sosial, sayapun adalah pengguna media sosial baik itu Facebook, Twitter, instagram, WA messenger dan sebagainya. Dulu saya masih ingat di awal adanya Facebook, saya benar masih ingat waktu itu Facebook fiturnya belum ada share, jadi cukup update status, saling like, saling komen, buat grup dan sebagainya. Waktu jaman itu facebook isinya ya tempat silaturahmi, saling berhubungan lagi dengan teman SD, SMP, SMA kemudian buat grup, bahas mau buat event atau kumpul-kumpul atau apalah.

Saat ini Facebook benar-benar berubah, sekarang di timeline saya bak timeline berita yaitu karena fitur share di Facebook. Facebook penuh dengan berita dari berbagai website dan tak sulit bagi saya untuk menemukan komentar-komentar ujaran kebencian, hoax, caci maki dan sebagainya. Saya juga masih ingat waktu pilpres 2014, saya semangat 45 untuk share A, share B, share C, kasih komen A, B, dan C. Kemudian setelah jelang beberapa lama saya kadang berkontemplasi, merenung, melihat status lama saya di Facebook.

Manusia itu dinamis, alias berubah, dan tentunya kita berharap bisa senantiasa berubah ke lebih baik sampai ajal menjemput, dan kitapun disuruh oleh Allah untuk sering-sering merenung, menghisab diri sebelum nantinya kita di hisab olehNya di yaumil hisab.

Kadang namanya juga manusia, kita itu lupa bahwa semua yang kita tulis, semua yang kita share, semua yang kita like di Facebook, semua yang kita upload di instagram, semua tweetan kita di Twitter itu adalah cerminan diri kita yang mana semua itu juga besok bakal dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Saya hanya takut nanti di akherat kelak saya termasuk orang muflis.

Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang pailit) itu?” Para sahabat menjawab,”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.” Tetapi Nabi Shallallahualaihi wa sallam berkata : “Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka

(HR Muslim no. 2581, Tirmizi no. 2418 dan Ahmad 334)

 

Padahal tujuan hidup kita hanyalah semata-mata untuk berbibadah padaNya, untuk mencari bekal buat perjalanan besok di akherat. Apajadinya jika bekal yang sudah saya kumpulkan susah payah dari sholat, zakat, puasa, haji dan ibadah lainnya, eh… ternyata kelak di akherat bekal saya itu harus saya berikan ke orang-orang yang di dunia ini pernah saya dholimi, pernah saya caci maki, pernah saya pukul, pernah saya sakiti. Ya Rabb….

Islam itu adalah agama yang sangat lengkap, makanya disebut sebagai the way of life, ke kamar mandi saja diatur, makan diatur, dari bangun tidur sampai tidur lagi semuanya diatur, apalagi interaksi dengan sesama manusia/ habluminannas baik itu interaksi secara langsung maupun di sosial media. Semuanya sudah diatur, jadi yuk,,, kita ber islam secara kaffah…

Pertengahan tahun 2017 ini sebenarnya MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang panduan bersosial media, berikut bagi yang ingin mendownloadnya, silahkan klik gambar download dibawah ini:

Semoga kita senantiasa dibimbing oleh Allah dan semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah akhir zaman ini, bagi yang mau mendengarkan rekaman kajian kuliah subuh saya kemarin tentang Fiqih Media Sosial, silahkan bisa dengarkan di rekaman di Youtube di bawah ini:

 

 

Bagi yang mau mendownload slide kajiannya bisa didownload di sini

Semoga bermanfaat..

Salam dari Brisbane..