Mendapatkan unconditional LoA di kampus Australia tanpa IELTS

Bagi para pencari beasiswa Unconditional LoA adalah salah satu yang paling ia cari. Unconditional LoA (Letter of Aceptance) adalah surat yang menyatakan bahwa mahasiswa tersebut sudah diterima di kampus yang bersangkutan tanpa syarat. Saudara tirinya Unconditional LoA adalah Conditional LoA yang berarti diterima dengan syarat misalnya ketika apply ke kampus tapi belum melampirkan sertifikat IELTS jadi akan dapat Unconditional LoA jika dan hanya jika mahasiswa tersebut sudah melampirkan sertifikat IELTS dengan nilai yang sesuai dengan requirements.

Bagi mahasiswa yang daftar master program dan hanya course based itu tentu lebih mudah untuk mendapatkan LoA, tinggal melihat apa saja yang harus di submit, tinggal penuhi semua requirements kemudian submit tanpa perlu mencari Professor terlebih dahulu. Semuanya biasanya dilakukan online, standard requirement biasanya untuk master ya personal statement, CV, transcript, study plan, recommendation letter dari dua references, sertifikat kemampuan bahasa dan mungkin ada tambahan lainya. Untuk awal bagaimana pencarian kampus S3 saya bisa dibaca di sini

Bagi saya yang dulu mendapatkan beasiswa riset di Korea ketika S2 dan tentu karena saya teknik dan namanya juga beasiswa riset jadi saya harus riset. Requirement ketika saya mendaftar cukup berbeda dari yang mau apply program master yang course based (hanya kuliah tanpa riset). Saya harus berkiriman CV dengan Profesor terlebih dahulu dalam artian mencari Profesor yang risetnya cocok dan menawarkan beasiswa. Selain itu saya juga diminta membuat proposal riset dan study plan juga.

Nah, beda halnya dengan S3. Sepertinya jarang ada S3 yang menawarkan program yang hanya course based dan sepertinya aneh saja kalau PhD tanpa riset. Bagi para pencari beasiswa yang mau apply S3 maka mau tidak mau harus repot mencari Profesor yang cocok terlebih dulu, biasanya juga diminta untuk mengirimkan CV dan proposal riset kepada Prof terlebih dahulu.

Untuk kasus saya ketika saya apply program RHD (Research Higher Degree) di The University of Queensland saya harus mencari Profesor yang cocok dengan riset saya terlebih dahulu. Bagi saya yang S2nya sudah riset seperti ini ada plus minusnya. Plusnya saya sudah mempunyai beberapa publikasi baik journal maupun prosiding konference dengan skala internasional, tentu ini akan lebih meyakinkan Profesor. Persoalannya riset saya itu scope-nya sempit maka untuk mencari Profesor yang benar benar cocok itu yang jadi masalah.

Persyaratan lainnya seperti persyaratan admisi kampus pada umumnya, seperti transcript, sertifikat bahasa dan sebagainya. Seperti yang sudah saya tulis di Judul, saya tidak perlu melampirkan sertifikat IELTS untuk dapat unconditional LoA di The University of Queensland (UQ). Kenapa, kok bisa seperti itu?

Sebenarnya ini juga sama ketika saya mendaftar beasiswa LPDP, saya tidak perlu melampirkan sertifikat IELTS pula.

Untuk yg apply UQ, Alasannya karena sebelumnya pendidikan S2 saya di luar negeri yang bahasa pengantarnya bahasa inggris dan saya punya pengalaman satu tahun bekerja di common wealth country (Cape town, South Africa) dan tentunya saya punya publikasi yang cukup banyak dan menarik untuk level lulusan S2.
Saya benar-benar baru nyadar ternyata untuk apply di kampus Australia, saya bisa mendapatkan Unconditional LoA tanpa melampirkan IELTS. Alasan saya agak malas untuk test IELTS adalah karena saya harus belajar, karena untuk test IELTS saya harus meluangkan waktu persiapan, karena harus paham dengan tipe soalnya terlebih dahulu, selain itu alasan yang paling pokok adalah di IELTS ada writing dan itu handwriting padahal tulisan saya jueelek banget bahkan saya pun kadang tidak bisa membaca tulisan saya sendiri, hahaha 😀

 

Advertisements